Mahasiswa UINAM Pentaskan Drama William Tell by Friedrich Schiller

Pertunjukan drama itu merupakan bagian dari kegiatan English Literature Exhibition (ELE) yang rutin dilakukan tiap tahunnya.

Mahasiswa UINAM Pentaskan Drama William Tell by Friedrich Schiller
muslimin emba/tribun-timur.com
Pertunjukan drama William Tell by Friedrich Schiller oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggri UINAM Makassar, di Gedung Kesenian Sulsel, Jl Riburane, Makassar, Sabtu (6/7/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sorak tepuk tangan pengunjung mewarnai aksi pertunjukan drama William Tell by Friedrich Schiller di Gedung Kesenian Sulsel, Jl Riburane, Makassar, Sabtu (6/7/2019) sore.

Drama yang menceritakan tentang aksi seorang superhero yang membebaskan rakyat Swiss dari pembantaian kekaisaran Habsburg pada awal abad ke-4 itu, sukses diperankan oleh sejumlah mahasiswa.

Pemeran dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2017 UIN Alauddin Makassar.

Pertunjukan drama itu merupakan bagian dari kegiatan English Literature Exhibition (ELE) yang rutin dilakukan tiap tahunnya.

Selain petunjukan drama William Tell by Friedrich Schiller, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2017 yang dibagi dua kelompok.

Mereka juga menyuguhkan pentas drama Faust by Johann Wolfgang Von Goethe yang menceritakan tentang kisah pujangga Jerman.

Ratusan Alumni dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Ramaikan Halalbihalal 2019 IKA Unhas, Begini Pesan JK?

Tiga Hari Tayang, Anak Muda Palsu Kalahkan Spider-Man: Far from Home di CGV Panakukkang Square

"ELE ini adalah rangkaian kegiatan tahunan dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Jadi setiap tahunnya itu, pasti ada project namanya ELE," kata ketua panitia, Ali Gusman.

Di usia 1 abad (10 tahun) ELE kali ini, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris melincurkan New Elegacy 2019 bertema Era Romantisesme.

Tema besar Era Romantisisme yang diusung kata, Ali Gusman, merupakan upaya menghidupkan kembali sastra inggris terdahulu.

"Sebenarnya lebih kepada, apakah sastra-sastra yang muncul di era romantisisme itu masih digunakan sampai sekarang atau sudah tergantikan dengan karya-karya yang muncul di era saat ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved