Pengamat Politik Bulukumba: Balon Bupati Pendatang Baru Harus Kerja Keras
Para polirtisi tersebut diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba A Hamsah Pangki yang juga Ketua DPC Partai Golkar Bulukumba.
TRIBUN TIMUR.COM- Seorang pengamat politik lokal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Andi Gunawan mengungkapkan bahwa balon bupati di daerah itu terbuka lebar.
Saat ini sejumlah politisi di Kabupaten Bulukumba sudah mulai bersosialisasi sebagai balon bupati.
Karoman Dikubur Tanpa Kepala dan Tangan, Sang Istri Menjerit: Pak Presiden Jokowi, Tolong Kami
Terlibat Kasus Begal, Pelajar Perempuan Ini Dibekuk Tim Khusus Polsek Ujung Pandang
Para polirtisi tersebut diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba A Hamsah Pangki yang juga Ketua DPC Partai Golkar Bulukumba.
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bulukumba Askar HL, Ketua DPC Partai NasDem yang juga Wakil Bupati Bulukumba.
Menurut Gunawan yang juga Ketua Kamar Dagang Indonesia Bulukumba mengatakan bahwa ke tiga figur tersebut sudah sangat populer yang baik.
Berbeda dengan para balon pendatang baru yang warga Bulukumba perantau dan ingin kembali maju di Pilkada Bulukumba maka harus berjuang keras.
" Jadi bukan tidak bisa menang. Tetapi balon bupati asal luar itu harus berjuang keras untuk memulai sosialisasi dulu, karena belum terkenal. Dibanding figur yang tiga diatas itu," kata Gunawan, Selasa (2/7/2019).
Namun bukan berarti tidak bisa terpilih, semuanya terbuka lebar hanya saja harus berjuang keras untuk memenangkan Pilkada Bulukumba.
Gunawan mencontohkan bahwa pada Pilkada Bulukumba tahun 2010 lalu, seorang politisi pendatang baru asal Gorontalo bernama Zainuddin Hasan berhasil menumbangkan enam pasangan politisi lokal.
Nama lain yang ikut mengemuka adalah Sekda Bulukumba A Bau Amal, Adik kandung Bupati Bulukumba A Mattampawali, Andi Muttamar Matottorang.(*)
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/politik-bulukumba-a-gunawan.jpg)