Reaksi Rocky Gerung Atas Putusan MK Menangkan Jokowi-Maruf 'Selamat Dimenangkan'
Reaksi Rocky Gerung Atas Putusan MK Menangkan Jokowi-Maruf 'Selamat Dimenangkan'
Reaksi Rocky Gerung Atas Putusan MK Menangkan Jokowi-Maruf 'Selamat Dimenangkan'
TRIBUN-TIMUR.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung ikut menanggapi hasil sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Prabowo-Sandi.
Melalui akun twitternya Rocky gerung memberikan selamat kepada kubu 01 Jokowi-Maruf yang secara sah telah memenangkan Pilpres 2019.
Namun sebagai orang yang kerap mengeritik Kubu 01 temntu saja ucapan selamat Rocky ini tetap saja berbau sindiran keras.
"Jangan ngamuk lagi. Gue ucapin selamat. Selamat dimenangkan," tulis Rocky dengan emoticon senyum.
Rocky sepertinya sedikit terpaksa memberi ucapan selamat kepada kubu 01 usai dirinya diserbu cebong.
Hal itu tergambar dari tweet sebelumnya.
"Buset Ndro TL gue. Udah menang tapi masih ngeroyok gue. Emang mentok 200 mereka," ujarnya menyindir para Cebong (sebutan untuk pendukung 01).
Pengamat politik Rocky Gerung yang tampil di TVOne lewat program acara E-Talk Show yang tayang Jumat (31/5/2019) lalu ditantang untuk menjawab pertanyaan dengan cepat.
Salah satu pertanyaan yang ditanyakan pembawa acara adalah reaksi Rocky jika nantinya Jokowi-Maruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
"Apa yang bang Rocky lakukan jika Jokowi dan Marif dilantik jadi presiden?" tanya pembawa cara.
Rocky pun langsung menjawab dengan jawaban yang membuat penonton se-studio terbahak.
"Satu kaget, dua ngakak, tiga tidur," katanya.
Berikut video full-nya:
Rocky Gerung: Dan Kecoa Pasti Ketawa dengan Keterangan Ngabalin
Debat seru terjadi antara Rocky Gerung dan Ali Ngabalin saat membahas tentang Golput.
Ali Ngabalin memaparkan angka-angka Golput atau golongan putih alias tidak datang ke TPS mencoblos.
"23,30 Persen golput itu di tahun 2004. Tahun 2009 meningkat menjadi 27,45% golput. Tahun 2014 menjadi 30,42 % meningkat lagi. Nah Pemilu 2019 dia turun menjadi 19,24%. Indikasinya jelas kualitas demokrasi kita semakin baik," kata Ali Ngabalin.
Moderator pun menanyakan bisakah golput jadi indikator kualitas demokrasi?
"Kalau BW (Bambang Widjojanto pengacara 02 Prabowo - Sandi) menyebut pemilu 2019 pemilu terburuk biar saja. Nanti kecoa juga tertawa," kata Ali Ngabalin sambil tertawa.
Tiba-tiba Rocky Gerung menimpali kelakar Ali Ngabalin ini.
"Dan kecoa pasti ketawa dengan keterangan Ngabalin. Karena orde baru golputnya cuma 10 persen. Korea Utara itu golputnya nol persen. Apa itu demokratis?" kata Rocky Gerung membalas argumen Ali Ngabalin.
"Kalau bicara orde baru lain lagi bang," balas Ali Ngabalin.
"You bilang ukuran demokrasi adalah golput?" balas Rocky Gerung.
"Orde baru kami dipenjara lo bung," kata Ali Ngabalin.
Simak video lengkapnya berikut ini:
Ribut dengan 'Cebong', Rocky Gerung: Gue Disuruh Pindah Negara Sama Anak Kolam
pengamat politik Rocky Gerung tampak kewalahan menghadapi serbuan 'Cebong' yang disebutnya sebagai anak kolam.
Hal itu tampak dari tweet-tweet Rocky Gerung yang menyerang balik dengan sindiran-sindiran kerasnya.
Sudah menjadi rahasia umum, Anak Kolam yang disebut Rocky Gerung tentu saja mengarah kepada pendukung Capres 01 Jokowi.
Rocky Gerung menyebut semakin hari semakin banyak anak kolam yang menyerbunya lewat media sosial.
Di antara mereka bahkan ada yang meminta Rocky untuk pindah negara karena dianggap tidak mau menerima hasil Pilpres.
Namun bukan Rocky namanya jika tak mampu mematahkan argumentasi lawannya.
Rocky menyebut dirinya diminta pindah negara oleh para Cebong karena kolam mau diperluas.
"Ndro, gue disuruh pindah negara sama anak kolam. Karena kolamnya mau diperluas," jawabnya.
Sebelumnya, Rocky juga menyebut para Anak kolam itu menunggu 24 jam untuk melihatnya terpeleset dalam berbicara.
"Woiii anak kolam, 24 jam nunggu gue kepeleset? Astaga."
Dalam perseteruannya dengan Cebong, Rocky juga memperkenalkan istilah Cacophony.
Istilah itu sudah pernah disampaikan Rocky melalui akun twitternya tahun lalu yang juga ditujukan kepada 'Cebong'.
"Yang gue suka dari bong, mereka sahut-sahutan. Saling menutupi kedunguan. Makin riuh makin dungu. Unik banget. Itu yang disebut ‘cacophony’. Asbun (asal bunyi) tetapi ceria.”
(TRIBUN-TIMUR/ILHAM ARSYAM)
Baca: Pernah Hendak Tempeleng Ruhut Sitompul, Lihat Aksi Rocky Gerung Saat Tunjukkan Jurus Bangau Putih
Baca: 15 Tahun Ngajar di UI Tak Pernah Ambil Gaji, Terungkap Pabrik Uang Rocky Gerung Oooh Main Saham
Baca: Sempat Menghilang, Ustadz Abdul Somad Muncul dengan Kabar Buruk, Ada Apa dengan Akun Instagram-nya?