Fakta di Balik Kasus Bunuh Diri di Karama Polman

Warga Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (Polman) digegerkan penemuan mayat di belakang SMPN 5 Tinambung.

Fakta di Balik Kasus Bunuh Diri di Karama Polman
Facebook/Ayaka Zaina Dhyna
Jasad Bs tergantung di tiang tempat pemintalan tali di Dusun Karama, Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Polman, Jumat (28/6/2019).

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN -- Warga Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (Polman) digegerkan penemuan mayat di belakang SMPN 5 Tinambung.

Mayat itu diketahui berinisial Bs (45), warga Dusun Karama, Desa Karama.

Ia ditemukan tergantung dengan leher terikat tali di tempat pemintalan tali tambang.

Baca: Setelah Setubuhi Anak Kandungnya, Seorang Pria di Karama Polman Bunuh Diri

Baca: Awalnya Diduga Bunuh Diri, Mahasiswi di Mamuju Tengah Ini Akhirnya Terungkap Dibunuh Sang Kekasihnya

Baca: Ular Piton Masuk di Perkampungan Warga Parappe Polman

Kepala Desa Karama, Muhammad Mandarang menyampaikan, korban diduga bunuh diri lantaran tak kuat menanggung malu.

Sebab telah melakukan perbuatan bejat terhadap anak kandungnya berinisial Nn.

Muhammad Mandarang menjelaskan, sehari sebelumnya, warga melaporkan aksi bejat tersebut pada pemerintah desa.

Muhammad Mandarang lalu memanggil korban dan iparnya, Kamis malam sekira pukul 21.30 WITA.

Saat diinterogasi, lanjutnya, korban mengaku telah dua kali digauli ayah kandungnya itu.

Nn menyampaikan pada kepala desa, perbuatan bejat itu dilakukan di rumahnya pada malam hari.

Gadis yang masih duduk di kelas VIII SMP tersebut lalu diancam jika membeberkan kejadian itu pada orang lain.

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved