Koordinator Wilayah Aipkind Sulselbar Raih Gelar Doktor di Unhas

Koordinator Wilayah Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND), Dr Dr Hj Nuryakin Kasim Mid Dipl SKM MKes raih gelar doktor.

Koordinator Wilayah Aipkind Sulselbar Raih Gelar Doktor di Unhas
wahyu/tribun-timur.com
Nuryakin Kasim Mid Dipl SKM MKes (kiri) saat berjabat tangan dengan penguji usai Sidang Ujian Promosi untuk memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kedokteran bertempat di Auditorium RS Unhas Gedung EF lantai 2 Tamalanrea, Makassar, Jumat (21/6/2019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Wilayah Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (Aipkind), Dr Dr Hj Nuryakin Kasim Mid Dipl SKM MKes raih gelar doktor.
Raihan itu setelah dilakukan Sidang Ujian Promosi untuk memperoleh gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kedokteran bertempat di Auditorium RS Unhas Gedung EF lantai 2 Tamalanrea, Makassar, Jumat (21/6/2019).

Dalam sidang ujian promosi tersebut, ia membahas Pengaruh Edukasi Persiapan Kelahiran dan Kesiapan Menghadapi Komplikasi (P3K), terhadap edukasi diri kelompok ibu hamil didampingi suami atau tidak didampingi suami di Puskesmas Kampili , Gowa.

Najwa Shihab Dikenal Kritis, Siapa Sangka Inilah Drama Kesukaannya, Foto-foto Ini Buktinya

Rasakan Menu Baru Dari Wendys Karebosi, Burger Double Stacker


Dari hasil tersebut, ketua sidang menyebut Nuryakin lulus dengan predikat terbaik dan diuji oleh 10 penguji.

Masing-masing penguji yakni Prof Dr dr Muhammad Syafar MS, Prof Dr drg Andi Arsunan Arsin M kes, Prof Dr dr Suryani As'ad MSc Sp KG,  Dr dr Nasaruddin AM Sp OG MARS, Prof Dr Budu Ph D Sp M (K) M Mes ED.

Kemudian Prof Dr Muh Hatta Ph D Sp MK (K), Dr dr Maisuri T Chalid So OG (K), Dr dr Burhanuddin Bahar MS, dan Dr Werna Notji S Kp M Kep.

Ditemui usai sidang, Nuryakin mengaku cukup lama menyelesaikan bahan ujian promosi.

Bukan Jenderal Moeldoko Ternyata Anas Nasikin Tim TKN 01 Jokowi Bilang Kecurangan Bagian Demokrasi

Foto Paket Danny- Ambarala Beredar Jadi Bakal Calon Walikota Makassar, Idealkah?


Hal itu karena dirinya cukup banyak melakukan kegiatan, baik di luar rumah maupun di dalam.

"Tapi tidak masalah, karena saya sekolah bukan untuk cari gelar, bukan nomor satu. Saya hanya ingin memberi contoh kepada anak-anak saya, adek-adek saya yang pernah saya ajar. Bahwa umur itu tidak jadi masalah untuk terus belajar," ungkapnya.

Apalagi kata dia, bagi seseorang yang berhubungan dengan masyarakat, apa itu dosen, bidan, tentu akan lama menyelesaikan pendidikan

Namun meski demikian, ia tak mempermasalahkan hal tersebut lantaran menurutnya ilmu itu berkembang terus.

"Karena masyarakat itu berbeda-beda. Jadi kita harus ikuti perkembangan pendidikan. Bagi saya, pendidikan harus ditingkatkan agar kita selalu memberikan kepada masyarakat," paparnya.

Ia pun mengimbau, baik itu kelurga, maupun rekan-rekannya agar terus belajar meski usia tidak muda lagi.

"Pendidikan itu sangat penting. Karena kita akan memberikan ilmu kepada orang banyak. Saya mengajar sejak tahun 1979, dan sampai hari ini. Saya harap di luar sana masih banyak orang yang mementingkan pendidikan," pungkasnya.


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

 

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved