Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalur Rel Kereta Api di Pangkep Terkendala Hutan Lindung

Salma menyebut, jika revisi itu sudah rampung dan hutan lindung sudah keluar dari Dinas Kehutanan, pihak Balai

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalur Rel Kereta Api di Pangkep Terkendala Hutan Lindung
munjiyah/tribunpangkep.com
Kepala Bidan Lalin Angkutan Jalan dan Keretaapian Dishub Pangkep, Salmawati. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Pembayaran ganti rugi lahan jalur rel kereta api di Kabupaten Pangkep terkendala hutan lindung.

Hutan lindung masuk dalam wilayah Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel.

"Kendalanya hutan lindung diklaim dan ternyata memang masuk ke dalam wilayah dinas kehutanan. Jadi, belum bisa dikeluarkan karena harus direvisi dulu dan dimasukkan dalam rencana tata ruang wilayah, yang akan kerjakan ini Bappeda dan Dinas Tata Ruang Pangkep," kata Kepala Bidan Lalin Angkutan Jalan dan Keretaapian Dishub Pangkep, Salmawati.

Salma menyebut, jika revisi itu sudah rampung dan hutan lindung sudah keluar dari Dinas Kehutanan, pihak Balai akan segera membayarkan biaya ganti rugi lahan jalur rel kereta api.

"Insya Allah kalau selesai itu akan dibayarkan, tim penentuan harga juga sudah siap, jadi jika sudah selesai biaya ganti rugi langsung masuk ke rekening yang lahannya dilalui jalur rel kereta api," ujarnya, Kamis (20/6/2019).

Salma menambahkan, ada empat titik stasiun yang sudah ditentukan Balai Perkeretaapian pusat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pangkep.

"Jadi ada stasiun Kabba, stasiun Tonasa 2, stasiun Batara dan stasiun Marang dengan 40 pemilik tanah khusus lahan stasiun," ungkapnya.

Salma menyebut, keempat stasiun ini akan berfungsi sebagai stasiun penumpang dan stasiun barang.

Pihaknya juga mengaku, jika pemilihan stasiun sesuai dengan pusat dan itu sudah paten.

"Jadi jalur rel kereta api tidak bisa bergeser. Memang sudah ditentukan paten titik-titiknya," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved