Penjual Jeruk Selayar Harap Ada Bantaun Tenda
Salah penjual buah Jeruk Haris (62) mengeluhkan sepinya pembeli di Kawasan Pasar Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar
Penulis: Nurwahidah | Editor: Suryana Anas
TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Salah penjual buah Jeruk Haris (62) mengeluhkan sepinya pembeli di Kawasan Pasar Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
"Sepi sekali pembeli kasian, pendapatan Rp 300 ribu per hari, biasanya jika ramai Rp 1 juta per hari, "katanya kepada Tribunselayar.com,Jumat (14/6/2019)sore.
Ia memperkirakan puncak ramai pembeli pada bulan Juli 2019.
Baca: Berkas Caleg Gerindra Bagi-bagi Generator Dilimpahkan ke Kejaksaan Selayar
Baca: Petani Asal Selayar ini Poligami, Istrinya Malah Bilang Begini
Baca: Intip Penjuangan Pak Haris, Warga Bantaeng 10 Tahun Jual Buah di Selayar
Jeruk Selayar itu dibeli dari petani Onto. Sekali beli capai ratusan ribu.
"Sekali beli Rp 500 ribu, itu mendapat dua peti jeruk lalu dijual kembali. Adapun harga jeruk, ukuran kecil Rp 1000 perbuah dan ukuran besar Rp 2000 perbuah,"tuturnya.
Lelaki asal Kabupaten Bantaeng ini ditemani sang istri berjualan, yang beratapkan langit sehingga terik matahari memanas -manasi kulitnya.
"Selain itu jeruk hanya bisa bertahan tujuh hari, makanya jika panas ditutupi kardus agar tak mudah rusak, "tuturnya.
Ia berharap pemerintah memberikan bantuan tenda. Agar tidak kepanasan lagi saat berjualan.
Sekadar diketahui, dikawasan ini terdapat beberapa penjual jeruk Selayar.
Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah, IG: @ Nur_Wahidah_Saleh
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.comdi Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:
Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
A
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penjual-buah-pak-haris.jpg)