Tutup PSBM ke-XIX, Ini Kata Andi Jamaro Dulung

Wakil Ketua BPP KKSS, Andi Jamaro Dulung menutup acara tahunan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIX

Tutup PSBM ke-XIX, Ini Kata Andi Jamaro Dulung
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Malam ramah tamah penutupan PSBM ke-19 yang berlangsung di halaman Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Minggu (16/6/2019) malam. Ratusan saudagar atau pengusaha Bugis Makassar menghadiri acara ini dengan menyaksikan pertunjukan I La Galigo. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Andi Jamaro Dulung menutup acara tahunan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIX, Minggu (16/6/2019) malam.

Sebelum ditutup, terlebih dahulu digelar malam ramah tamah dan jamuan makan malam bagi para saudagar, di Fort Roterdam.

Andi Jamaro mengatakan, PSBM dilaksanakan untuk membahas sesuatu, namun ebih dari itu, yang terpenting adalah silaturahmi yang terjalin.

Baca: FOTO-FOTO: Pertunjukan I La Galigo Warnai Penutupan PSBM ke-19 di Makassar

Baca: Pelajar dari 12 Negara Persembahkan Tari Padduppa Tutup PSBM ke-XIX

Baca: Bule Berpakaian Adat Sulsel Meriahkan Penutupan PSBM ke-XIX

"Hasil PSBM tak bisa diukur dengan angka, karena yang diciptakan adalah silaturahmi dan semngat kebersamaan. Terjadinya sinergi antara pengusaha, birokrat, politisi, akademisi dan budayawan, berkumpul dan bersinergi," kata dia.

Menurut Andi Jamaro, pengusaha tak bisa besar sendiri, tapi hafus di-backup regulasi, dimana regulasi dibuat politisi dan birokrat.

"Setelah itu, usaha baru berkembang kalau ada temuan baru, itu kerjanya cendekiawan. Makanya kita berkumpul semua untuk menciptakan sesuatu yang besar," ucapnya.

Terkait potensi pariwisata, sesuai tema utama PSBM kali ini, Andi Jamaro mengatakan, semua potensi kabupaten kota di Sulsel harus dimaksimlkan, bukan hanya Makassar dan Toraja.

"Budaya dan pariwisata kita bukan hanya biasa dibesarkan di Toraja dan Makassar. Masing-masing punya ciri dan potensi luar biasa. Regulasi harus direvisi agar semua dapat kesempatan sama mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal," pesannya.

"Makasaar tak bisa besar tanpa dukungan tetangganya Maros dan Gowa, begitu juga dengan kabupaten kota lain yang harus saling mendukung dalam pengembangan potensi pariwisata yang dimiliki," pungkasnya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

B

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved