BBJN XIII Sebut Tambang di Sungai Cenranae jadi Penyebab Amblasnya Jalan Poros Sengkang - Bone

Jalan Poros Sengkang - Bone KM 17 di Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, kerap amblas dan langganan banjir tahunan.

BBJN XIII Sebut Tambang di Sungai Cenranae jadi Penyebab Amblasnya Jalan Poros Sengkang - Bone
hardiansyah/tribunwajo.com
Aktivitas penimbunan yang dilakukan di Jalan Poros Sengkang - Bone KM 17 di Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, beberapa hari lalu. 
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Jalan Poros Sengkang - Bone KM 17 di Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, kerap amblas dan langganan banjir tahunan.
Hal itu disesbabkan aktivitas tambang di Sungai Cenranae.
Hal tersebut diungkapkan pihak Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah XIII saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi D DPRD Sulsel, Senin (17/6/2019).
"Pihak BBJN meminta Pemda Wajo untuk menertibkan tambang yang ada di sekitar jalan tersebut," kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin. 
"Karena salah satu faktor yang menyebabkan jalan ini rusak adalah aktifitas tambang yang ada di sepanjang jalan poros Wajo-Bone ini," katanya.
RDP yang dilakukan Komisi D bersama BBJN wilayah XIII untuk mencari titik soal dan solusi jalanan yang sudah 10 tahun jadi langganan banjir tersebut.
Sebab, penimbunan yang dilakukan saban banjir dianggap bukanlah solusi dan cuma buang-buang anggaran.
"Pihak BBJN tadi mengungkapkan bahwa penimbunan hanya penanganan sementara. Mereka sudah merencanakan penanganan jangka panjang, tadi mereka memperlihatkan gambarnya kepada kami," kata politisi PPP tersebut.
Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini juga mengungkapkan, pihak BBJN Wilayah XIII sudah menyiapkan anggaran 2,5 milyar untuk penanganan jangka panjang.
"Sudah ada anggarannya 2,5 Milyar tapi ini tidak cukup, untuk penanganan jalan di Cempa dibutuhkan anggaran 25 Milyar, dan jika direlokasi (dipindahkan jalannya) membutuhkan anggaran 11 milyar, itu diluar pembebasan lahannya," ujarnya.
Hadir dalam rapat ini, Asisten II Pemprov Sulsel, Muhammad Firda dan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Sulsel, Muhammad Arifin.
Juga perwakilan Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII yakni Muhammad Syukur, Yudho Dwi H, Ade Yudhistira Kosman, dan M. Husni Arafat.
Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), H. Amiruddin dan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PU, Andi Pameneri. (TribunWajo.com)
 
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved