Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

377 Orang Mengungsi, Ini Dibutuhkan Korban Banjir di Wajo

Jumlah tersebut tersebar di 3 kecamatan yakni, Kecamatan Tempe, Kecamatan Sabbangparu dan Kecamatan Tanasitolo.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
hardiansyah / tribun timur
Kepala BPBD Wajo Alamsyah mengunjungi salah satu posko pengungsian warga korban banjir di Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sabtu (15/6/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, sedikitnya ada 105 Kepala Keluarga (KK) dengan 377 jiwa, yang mengungsi akibat banjir.

Jumlah tersebut tersebar di 3 kecamatan yakni, Kecamatan Tempe, Kecamatan Sabbangparu dan Kecamatan Tanasitolo.

SKOR 2-0, 2 Link Live Streaming MeTube RCTI Timnas Indonesia vs Vanuatu, Nonton Tanpa Buffer di Sini

Berminat Mendaftar di Yayasan Hadija Takalar ? Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Meski BPBD Kabupaten Wajo mendirikan tenda pengungsian di beberapa titik, para pengungsi pun memilih ke rumah kerabatnya atau tempat lain.

"Mereka dikategorikan pengungsi mandiri, tapi mereka tetap mendapatkan bantuan dari kami, sesuai kebutuhan mereka," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah kepada Tribun Timur, Sabtu (15/6/2019).

Seperti terlihat di salah satu kompleks Taman Pendidikan Alquran di Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe.

Sejak 5 hari yang lalu, sebanyak 5 kepala keluarga meninggalkan rumahnya yang terendam banjir setinggi 3 meter, dan tinggal di kompleks TPA tersebut.

Olehnya, Alamsyah pun turun langsung meninjau dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.

"Hari ini kita kembali salurkan bantuan. Saya turun langsung ingin melihat kondisinya, karena ada balita yang membutuhkan popok dan susu," katanya.

Selain popok, ada juga bantuan berupa sembako dan air minum kemasan.

Di kompleks TPA tersebut, ada 30 jiwa yang terdiri dari 4 balita yang ikut mengungsi.

Ia akan tetap memantau perkembangan para pengungsi, dengan mengirimkan tenaga medis untuk mengecek kondisi kesehatan warga.

"Ada beberapa keluhan yang diterima. Kita sudah minta tim medis untuk turun, kita juga sediakan penampungan air bersih," kata mantan Kabag Kesra Pemkab Wajo tersebut.

Suasana lomba membawa balon oleh para alumni dalam acara halal bi halal IKA SMAGA 86 di Sky Gorden Pool Lantai 6, Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (15/6/2019).
Suasana lomba membawa balon oleh para alumni dalam acara halal bi halal IKA SMAGA 86 di Sky Gorden Pool Lantai 6, Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (15/6/2019). (desi triana aswan/tribun-timur.com)

Menurutnya, sudah banyak permintaan bantuan oleh masyarakat saat ini, baik yang masih bertahan di rumahnya dan warga yang mengungsi. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan tribun-timur.comdi Whatsapp Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved