Dinas PUPR Gowa Sebut PLN Hambat Pengerjaan Jembatan Kembar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Muhammad Mundoap mengatakan pengerjaan

Dinas PUPR Gowa Sebut PLN Hambat Pengerjaan Jembatan Kembar
ari maryadi/tribungowa.com
Sasana pengerjaan proyek Jembatan Kembar Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten Gowa menargetkan perampungan sejumlah pembangunan proyek infrasturktur pada tahun 2019 ini, salah satunya pengerjaan Jembatan Kembar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Muhammad Mundoap mengatakan pengerjaan jembatan kembar sejauh ini terkendala oleh kehadiran seling bertegangan tinggi.

Menurutnya, petugas proyek yang ditugaskan mesti berhati-hati dalam menjalankan pembangunan tersebut. Pihak PUPR rencananya akan melakukan koordinasi dengan PLN terkait kendala tersebut ke depan.

"Jadi untuk sementara kita akan komunikasi dengan PLN, sebab nilai seling tersebut miliaran, kita mesti hati-hati," kata Mundoap kepada Tribungowa.com, Jumat (14/6/2019).

Meski demikian, pihaknya berupaya menargetkan bisa merampungkan proyek tersebut pada tahun 2019 ini. Apalagi pembangunan gerbang jembatan kembar ini menelan anggaran hingga Rp 3 miliar rupiah.

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan jembatan yang dilintasi pengendara antardaerah tersebut akan digagas menjadi ikon baru Kabupaten Gowa.

Menurut Putra Ichsan Yasin Limpo ini, kehadiran lampu tersebut nantinya akan dimainkan pada malam hari. Sehingga bagi pengendara yang melintas akan menikmati keindahan cahayu lampu yang berkedip-kedip.

"Kita akan ramaikan dengan lampu berwarna-warni di sepanjang jembatan kembar. Lampu tersebut pun akan kita mainkan saat di malam hari," kata Adnan, Minggu (9/6/2019) lalu.

Adnan melanjutkan, kehadiran hiasan lampu berwarna-warni tersebut nantinya akan menjadi penanda Kabupaten Gowa.

Ia mencontohkan, apabila penumpang pesawat terbang melihat pernak-pernik lampu tersebut, ia akan mengetahui bahwa dirinya telah berada di Kabupaten Gowa.

"Jadi, jika kita naik pesawat dan ingin mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin maka penumpang akan melihat dari atas pesawat, disitu penumpang bisa tahu kalau kita sudah berada di Kabupaten Gowa," terangnya.

Laporan Wartawan Tribun Gowa @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved