LENGKAP Lafadz, Niat, Doa, Bacaan Salat Ied Hari Raya Idul Fitri, Dengar Khutbah

LENGKAP Lafadz, Niat, Doa, Bacaan Salat Ied Hari Raya Idul Fitri, Dengar Khutbah

LENGKAP Lafadz, Niat, Doa, Bacaan Salat Ied Hari Raya Idul Fitri, Dengar Khutbah
Tribunnews
LENGKAP Lafadz, Niat, Doa, Bacaan Salat Ied Hari Raya Idul Fitri, Wajib Dengar Khutbah Yah 

Termasuk dalam hal yang membatalkan.

Hanya saja, ada beberapa gerakan dan bacaan yang berbeda di sana.

Berikut Niat dan Tata Cara Salat Idul Fitri

1. Niat Salat Ied

Salat Ied didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil fithri” kalau dilaksanakan sendirian.

Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum pelafalan niat salat Ied adalah sunnah.

Yang wajib, ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin, seseorang akan menunaikan salat sunnah Idul Fitri.

2. Takbiratul ihram

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana salat biasa.

Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi.

Takbir dalam salat Idul Fitri dan Idul Adha pada rakaat pertama sesudah takbiratul-ihram tujuh kali.

Sementara pada rakaat kedua sesudah takbiratul-qiyam (intiqal), lima kali.

3. Membaca Surat Al-Fatihah

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah.

Sesudah takbir tujuh kali pada rakaat pertama, membaca surat al-Fatihah yang diikuti dengan surat al-A‘laa (surat no. 87), atau surat Qaaf (surat no. 50).

Pada rakaat kedua sesudah takbir lima kali, selain dari takbiratul-intiqal (qiyam) membaca surat al-Fatihah, diikuti dengan surat al-Ghaasyiyah (surat no. 88) atau surat al-Qamar/Iqtarabatis-Saa‘ah (surat no. 54).

Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah.

Berlanjut ke rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

4. Mendengarkan kutbah

Selesai melaksanakan salat Idul Fitri dua rakaat, imam langsung berkutbah sebanyak satu kali, yaitu tidak diselingi dengan duduk antara dua kutba

Amal Ibadah dan Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri

1. Memperbanyak takbir

Menyambut hari raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir pada malam Idul Fitri.

Yaitu sejak terbenamnya matahari hingga pagi hari ketika salat Idul Fitri segera dimulai.

Ucapan takbir itu adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar, Allah Maha besar dan segala puji bagi Allah.

2. Berhias dengan memakai pakaian bagus dan wangi-wangian

Orang yang menghadiri salat Idul Fitri dianjurkan berpenampilan rapi, yaitu berhias, memakai pakaian bagus, dan wangi-wangian.

Namun, yang perlu diperhatikan, anjuran mengenakan pakaian bagus bukan berarti harus serba mahal dan baru.

Yang paling penting adalah rapi dan bersih sehingga enak dipandang mata.

3. Makan sebelum berangkat salat Idul Fitri

Berbeda dengan Idul Adha, orang yang hendak berangkat ke lapangan tempat salat Idul Fitri dianjurkan makan terlebih dahulu.

4. Berangkat dengan berjalan kaki dan pulang melalui jalan lain

Orang yang pergi ke lokasi salat Idul Fitri, sebaiknya datang dengan berjalan kaki sambil bertakbir.

Sementara itu, pulang dari salat Idul Fitri melewati jalan lain dari yang dilaluinya saat berangkat.

5. Salat dihadiri oleh semua umat Islam

Idul Fitri merupakan satu peristiwa penting sekaligus hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan.

Oleh karena itu, pelaksanaan salat Idul Fitri dihadiri semua umat Muslim.

Baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan.

Bahkan mereka yang saat itu terhalang untuk mengerjakan salat, seperti perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan Nabi SAW untuk hadir.

Hanya saja, mereka tidak ikut salat dan tidak masuk ke dalam shaf salat.

Mereka hanya ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.

(Buku Tuntunan Idain dan Qurban, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, terbitan Suara Muhammadiyah)

Artikel di atas dirangkum Tribunnews.com dari laman tarjih.or.id, situs resmi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved