Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddha se-Provinsi Sulsel Diajari Manajemen

Tantangan dunia pendidikan saat ini sangat besar, terutama guru yang mengajar di sekolah formal maupun informal, sepertI, Sekolah Minggu Buddha (SMB)

Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
Citizen Reporter
Foto bersama para peserta pria “Kegiatan Pembinaan Manajemen Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddha se-Provinsi Sulawesi Selatan” dengan Pembimas Buddha Sulsel (berdiri, ke- 8 dari kiri) dan Kakanwil Kementerian Agama Sulsel (berdiri, ke-9 dari kiri). (foto oleh : Yohannes Yap) 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Tantangan dunia pendidikan saat ini sangat besar, terutama guru yang mengajar di sekolah formal maupun informal, seperti,  Sekolah Minggu Buddha (SMB).

Tantangan bagi pendidik agama sangat besar karena semua pola kehidupan manusia sudah dikendalikan oleh teknologi.

Kemajuan teknologi menjadi tantangan terbesar umat manusia.

Untuk itu pembina umat dan tenaga pendidik hendaknya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada umat Buddha.

Ada 5 (lima) budaya kerja yang dicetuskan oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang harus diteladani oleh para pembina dan tenaga pendidik, dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama.

 Selamat Tinggal BBM! Ini 10 Kenangan Kamu dan Aplikasi BlackBerry Messanger, Bikin Senyum-senyum

Selamat Tinggal BBM! Ini 10 Kenangan Kamu dan Aplikasi BlackBerry Messanger, Bikin Senyum-senyum

Pertama, integritas (melakukan sesuatu yang sama dengan yang diucapkan dan sesuai dengan apa yang ada dihatinya) dimana hendaknya menanamkan nilai integritas kepada siswa dan umat.

Kedua, profesionalitas (menjadi profesional di bidang masing-masing) dimana dapat memahami agama secara utuh dan keseluruhan sehingga dapat menghayati, mengamalkan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, inovasi dimana memiliki inovasi yang dapat memberikan manfat di dalam dunia pendidikan.

Keempat, tanggung jawab dimana harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya masing-masing.

Terakhir, keteladanan dimana harus memiliki ilmu keagamaan dan harus bisa mencerminkan sikap perilaku yang positif bagi umat.

Selain 5 budaya kerja Menteri Agama RI memiliki program Moderasi Beragama, yaitu umat beragama yakin seyakin-yakinnya secara absolut dengan agama yang diyakini, tetapi juga harus bisa menghargai keyakinan umat beragama lain.

Melalui moderasi beragama ini diharapkan umat beragama dapat menebarkan kedamaian dan cinta kasih sehingga tercipta
kehidupan yang harmonis.

“Hakikat agama adalah menghargai nilai-nilai kemanusiaan," demikian pesan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd. kepada para peserta Kegiatan Pembinaan Manajemen Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddha se-Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (30/05/19) malam.

Ini Peringatan Mahfud MD untuk Hakim Mahkamah Konstitusi Adili Permohonan Sengketa Prabowo atas KPU

Samsat Takalar Tetap Buka Pelayanan Pajak di Hari Libur dan Cuti Bersama.

"Jangan pernah berhenti memberikan pendidikan agama kepada generasi muda dan umat karena pendidikan agama lah yang dapat mengatasi persoalan-persoalan kehidupan," lanjutnya.

Untuk itu tanamkan kepada umat agar tidak jauh dari nilai-nilai keagamaan dalam hidupnya. Serta suasana yang damai dan harmonis harus tetap dijaga dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved