KM Pantrokator Mengangkut 2.080 Penumpang Melebihi Kapasitas

Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah manifest yang diterima pihak Kesyandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare.

KM Pantrokator Mengangkut 2.080 Penumpang Melebihi Kapasitas
Mulyadi/Tribun Parepare
Kondisi KM Pantokrator yang over kapasitas dalam pelayaran dari Samarinda menuju Parepare 

TRIBUNPAREPARE.COM, UJUNG-Hari masih gelap, Pelabuhan Nusantara Parepare sudah dipadati warga baik dari penjemput, buruh pelabuhan dan penumpang yang tiba, Kamis (30/5/2019) dinihari tadi.

Tiba KM Pantokrator, pelayaran dari Samarinda ke Parepare.

Ada Posko Terpadu di Pelabuhan Bajoe Bone, Ini Tujuannya

Klasemen Liga 1 2019 - Persib Bandung Naik Tapi PSM Makassar Tetap Meski Sama-sama Tanpa Gol, Jadwal

Berdasarkan manifes dari KM Pantokrator, jumlah penumpang yang dimuat sebanyak 2.080 jiwa.

Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah manifest yang diterima pihak Kesyandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare.

Jumlah penumpang ini pun melebihi dari batas maksimal muatan penumpang dari KM Pantokrator.

Berdasarkan data KSOP Parepare, batas maksimal penumpang yang mampu dimuat dari kapal tersebut yakni 1.740 jiwa.

Data tersebut berdasarkan batas maksimal hasil pemeriksaan keselamatan penumpang yang disampaikan Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Kasi Lala) KSOP Parepare, Fredrik Handry Turangan.

Over kapasitas dari KM Pantokrator ini pun sebanyak 340 jiwa.

Kondisi KM Pantokrator yang over kapasitas dalam pelayaran dari Samarinda menuju Parepare
Kondisi KM Pantokrator yang over kapasitas dalam pelayaran dari Samarinda menuju Parepare (Mulyadi/Tribun Parepare)

Akibatnya, penumpang mengeluhkan kondisi selama pelayaran dari Nunukan menuju Parepare.

Semua wadah yang ada di atas kapal pun mulai dari dek, selasar, haluan, top dan sekoci ditempati penumpang.

"Tempatnya panas pak, tidak ada penutupnya. Sebelum berangkat sudah bermalam di kapal. Dua hari dua malam kami beratapkan langit pak,"ujar salah satu penumpang, Nursia.

Dalam perjalanan pun, penumpang mengaku kedinginan karena berada di top dek yang tidak ada atapnya. Selama perjalanan pun sempat kehujanan karena tidak ada atap.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Mulyadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved