Terlibat Kasus Penganiayaan 2016, Lima Anggota Polda Sulsel Jadi Tersangka

"Surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) kasus ini sudah dikirim ke tim Kejaksaan," ungkap Kompol Muh. Ali saat dikonfirmasi tribun timur, Rabu (29/5

Terlibat Kasus Penganiayaan 2016, Lima Anggota Polda Sulsel Jadi Tersangka
Dok. Google
Ilustrasi aniaya

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel menetapkan lima anggotanya jadi tersangka, dalam kasus penganiayaan seorang warga di Makassar.

Salah satu penyidik yang mrnangani kasus ini di Ditreskrimum Polda Kompol Muh. Ali mengungkapkan, berkas kasus ini sudah dikirim ke Kejaksaan beberapa waktu lalu.

"Surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) kasus ini sudah dikirim ke tim Kejaksaan," ungkap Kompol Muh. Ali saat dikonfirmasi tribun timur, Rabu (29/5/2019) petang.

 TRIBUNWIKI: Dikabarkan Pernah Usir Istrinya, Ini Profil dan Karier Christian Sugiono

Klaim Lahan Claro dan Telkom, Mabes Polri Tetapkan Karaeng Naba Sebagai Tersangka

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel Kombes Pol Hotman Sirait juga mengaku, kasus tersebut telah dikirim ke Kejaksaan.

Mereka yang tersangka dalam kasus ini diantaranya empat anggota Polsek Ujung Pandang, Bripka Cn, As, Ar dan Aiptu Sa. Juga anggota Polres Jeneponto, Aiptu Js.

Penetapan tersangka dari lima anggota kepolisian tersebut, dalam kasus kelalain dan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia, kasus pada akhir 2016.

"Penetapkan tersangkanya ini sudah lama, makanya sekarang masih ada lagi diproses di Kekaksaan, ini kita juga masih membuat lagi resume kasusnya," ungkap Muh. Ali.

Kasus tersebut menimpa almarhum Agung Pranata warga Jl Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Makassar. Meninggal setelah ia ditangkap pihak kepolisian, 2016 silam.

Pemkab Bone Gelar Pasar Murah di Eks Pantai Kering

Saat itu yang melaksanakan penangkapan adalah anggota Reskrim dari Polsek Ujung Pandang. Almarhum ditangkap karena dia diduga pelaku pencurian dan pemberatan.

Diketahui, kematian Agung Pranata waktu itu dianggap janggal. Karena badan korban penuh bekas pukul. Bahkan, tulang kepala dan tulang belaoang disebut alami retak.

Untuk itu, keluarga almarhum Agung lapor kasus ini ke tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar sebagai pendamping atau penasehat hukum, dalam kasus ini. (dal)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Dapat Hadiah dari Jokowi, Juara MTQ Internasional Berangkatkan Umroh Orangtuanya

Pekan ke-3 Liga 1 2019 Tira-Persikabo akan menjamu PSM Makassar

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved