Apa yang Terjadi? Politisi Partai Pendukung Prabowo-Sandi Migrasi dari WA ke Telegram
Langkah pemblokiran dan pembatasan akses WA ini, tidak pernah terjadi sebelumnya.
Penulis: Alfian | Editor: Thamzil Thahir
“Ini terasa dan menggangu sekali,” kata anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat, yang kembali terpilih di Pemilu Legislatif 2019 ini.
Selle sendiri sudah menggunakan Telegram, sejak tahun lalu, dan kian aktif pasca-pemilihan Presiden 17 April 2019 lalu.
Group Telegram Geng Makassar, yang membernya dari praktisi, profesional, dan tokoh nasional asal Makassar, sudah bermigrasi sejak Maret lalu.
Selle menyebutkan, selain alasan “WhatsApp Error” karena rusuh 22 Mei di Jakarta, alasan lain adalah pengguna social media, kini memiliki lebih banyak pilihan aplikasi chat.
“Makin banyak pilihan makin bagus apalagi kalau hal itu terkait soal layanan informasi dan akses publik, terbukti setelah WA bermasalah ada alternatif lain ke link Telegram. Banyak yang joint cuman jarang yang memanfaatkan secara aktif,” katanya kepada Tribun.
Insinyur Teknik dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, yakin, pasca pembatasan ini, akan lebuh banyak lagi pengguna instant messangging WA yang bermigrasi ke Telegram, atau aplikasi lain.
Menteri Rudiantara beralasan, hampir 200 juta penduduk Indonesia pengguna internat aktif.
Data dari WeAreSocial dan HotsSuite per Januari 2019, di Indonesia, pengguna Media Sosial Aktif: 150 juta (naik 15% atau sekitar 20 dari tahun 2018)
Sedangkan pengguna Internet tercatat 150 juta (naik 13% atau sekitar 17 dari tahun 2018), dan pengguna Media Sosial Mobile: 130 juta (naik 8,3% atau sekitar 10 dari tahun 2018).
WhatsApp adalah Messenger terpopuler dengan pengguna 83% dari total internet users aktif, 150 Juta.
Lalu menyusul LINE (59%), Facebook Messenger (47%), BBM (38%), Skype (28%), dan WeChat (28%).
Pengguna Telegram, masih dibawah 10%.
Total Populasi (jumlah penduduk Indonesia per tahun 2018 ada 268,2 juta (naik 1% atau sekitar 3 juta populasi dari tahun 2018).
Pengguna Mobile Unik tercata 355,5 juta (turun 19% atau sekitar 83 juta dari tahun 2018). Di Indonesia, banyak pengguna internet gunakan dua gadget, smartphone.
Sumber:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dprd-sulsel-5.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/intenet_users_.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/data_internet_users_-dan-sosial-media.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/provokator-kerusuhan-jakarta-1-1452019.jpg)