LSM Desak Penegak Hukum Tuntaskan Kasus CSR di Takalar

CSR tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu yang mengatas namakan pihaknya FIK-KSM atau pengurus bantuan

LSM Desak Penegak Hukum Tuntaskan Kasus CSR di Takalar
TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Kondisi saat Nixon Sadli (Baju Hijau) meninjau tempat penyimpanan sapi kelompok tani ternak Nusa Indah Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR - Corporate Sosial Responsibilities (CSR) salah satu bank Cabang Kabupaten Takalar diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu yang mengatas namakan pihaknya FIK-KSM atau pengurus bantuan untuk masyarakat kurang mampu.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Lembaga Bangun Desa Sulawesi (Lambusi), Nixon Sadli Karma mengatakan, terkait dengan CSR bank tahun anggaran 2017 yang dibelanjakan pada tahun 2018 itu sudah dilaporkan ke pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Takalar pada tahun 2018 yang lalu.

“Yang jelas pihak Polres Takalar sampai detik ini tidak pernah menyampaikan perkembangan kasus ini kepada kami sebagai pelapor,” ungkap Nixon Sadli, Selasa (21/5/2019) siang.

Baca: Mayat Ditemukan Mengapung di Saluran Air Bulu-bulu Takalar Diduga Dibunuh

Baca: Sat Lantas Polres Takalar Bagi-bagi Pabuka Sekaligus Lakukan Ini

Baca: Tips Bugar Wabub Takalar Ketika Puasa

“Saya sampaikan kepada publik bahwa Lambusi tak pernah 86 atau damai kepada terlapor atas kasus ini dengan siapapun juga,” tegasnya.

Nixon Sadli juga membeberkan beberapa bukti yang dimilikinya, salah satunya adalah tanda serah terima sapi dari lembaga yang mengadakan ke pihak kelompok peternak.

“Pada peleksanaan inipun terjadi kejanggalan karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari CSR bank Sulselbar yg telah ditetapkan, setiap satu kelompok ternak hanya mendapat bantuan induk sapi lima ekor,” ujarnya.

Lebih lanjut ungkap Nixon, berita acara serah terima (BAST) sapi tersebut terjadi kejanggalan karena bibit sapi yang telah diserahkan oleh Yayasan FIK-KSM kepadaa Kelompok Tani Ternak berbeda.

"Dimana kelompok ternak Assamaturu, Desa Aeng Toa, Kecamtan Galesong Utara, mendapatkan bagian sebanyak lima ekor sapi dan Kelompok Tani Ternak Nusa Indah, Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, sebanyak tiga puluh lima ekor," bebernya.

Akan tetapi berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST) bibit sapi yang menjadi haknya hanya lima ekor berdasarkan Lampiran BAST tersebut.

“Seharusnya penegak hukum langsung melakukan  pemanggilan kepada FIK-KSM tersebut sebagai penanggung Jawab dan pengurus CSR,” tutup Nixon Sadli.

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Darullah, @uul_darullah

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Darullah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved