Walhi Sulbar Dalami Dugaan Pencemaran Sungai Barakkang Mamuju Tengah

Sungai Barakkang di Mamuju Tengah diduga tercemari limbah beracun. Warga mengeluhkan gatal bila terkena air sungai dan ribuan ikan mati

Walhi Sulbar Dalami Dugaan Pencemaran Sungai Barakkang Mamuju Tengah
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sungai Barakkang Mamuju Tengah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJUSungai Barakkang di Mamuju Tengah diduga tercemari limbah beracun.

Warga yang bermukim di sepanjang sungai mengeluhkan gatal bila terkena air sungai dan ribuan ikan mati mengambang.

Kejadian itu mendapat perhatian dari berbagai kalangan salah satunya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulbar.

Baca: Empat Anak Bupati Mamuju Tengah Sukses di Pileg 2019, Satu Lolos ke Senayan

Baca: Diduga Keracunan Limbah, Ribuan Ikan Mati Mengambang di Sungai Barakkang Mamuju Tengah

Baca: Oknum Kades dan Caleg di Mamuju Tengah Ditetapkan Tersangka Pidana Pemilu, Ini Kasusnya

Bidang Advokasi Walhi Sulbar Rahmat Kottir mengatakan, saat ini Walhi bersama elemen masyarakat, mendalami kejadian tersebut.

“Walhi baru satu minggu berkantor di Mamuju. Dapat laporan kejadian itu, kita langsung bergerak ke lokasi," kata Rahmat dihubungi via telpon, Jumat (17/5/2019).

Rahmat menuturkan, sejauh ini pihaknya baru mengumpulkan sejumlah data termasuk berkomunikasi dengan berbagai pihak. Karena kejadian itu terus terulang.

"Kami belum bisa menyimpulkan, apakah limbah yang bersumber dari perusahaan sawit atau bukan,"ujarnya.

Meski begitu, Rahmat menegaskan, seluruh pihak yang berwenang harus serius untuk menanggapi persoalan tersebut.

Sebab, kata dia, itu menyangkut kehidupan seluruh mahluk yang berada di sekitar sungai. Bahkan jika tidak ditangani dengan serius bisa berdampak lebih luas.

"Ada beberapa desa yang dilalui sungai. Dinas lingkungan hidup harus melihat ini, jangan sampai berdampak besar, bisa sampai ke laut," tutupnya.

Sebelumnya ribuan ikan ditemukan mati mengambang, warga sekitar aliran sungai mengaku sering mengalami gatal jika terkena air sungai.

Kejadian itu bukan baru pertama kali terjadi, air sungai tersebut juga berwarnah coklat dan berbau tak sedap.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Kejari Jeneponto Bawa Satu Koper Dokumen Saat Geledah RSUD Lanto Dg Pasewang

Ke mana uang Abutours yang Rp 1.6 miliar?

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved