Rupiah Masih Dibayangi Perang Dagang

Jika perang dagang membuat ekonomi China memburuk, otomatis nilai tukar rupiah kembali terkapar.

Rupiah Masih Dibayangi Perang Dagang
THINKSTOCK
Ilustrasi kurs dollar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Walau berhasil rebound, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih dalam tekanan. Kemarin, kurs spot rupiah naik tipis 0,08% ke Rp 14.452 per dollar AS. Namun, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) turun 0,06% ke Rp 14.458 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, Kamis (16/5/2018) mengatakan, penguatan rupiah dipicu kabar Presiden AS Donald Trump berniat menunda keputusan penerapan tarif impor di sektor otomotif dalam enam bulan ke depan.

Kabar tersebut setidaknya sedikit meredam tensi perang dagang yang tengah panas dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Incar Dana Ratusan Juta Dollar, Bank Pelat Merah Kompak Terbitkan Global Bond

Baca: Makin Perkasa Atas Uang Amerika, Rupiah di Level Rp 13.990 Per Dollar AS! Ini Analisis Pengamat?

Di sisi lain, keputusan BI tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini tidak berpengaruh signifikan terhadap rupiah.

“Hasil RDG masih sesuai ekspektasi para pelaku pasar,” ujarnya.

Analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar menambahkan, testimoni BI terkait proyeksi defisit neraca perdagangan dinilai cukup menyejukkan pasar.

“Testimoni tersebut disambut positif pelaku pasar sehingga rupiah bisa menguat," katanya.

Baca: Trend Hijab Expo Diikuti Artis, 100 Exhibitor Jualan di Claro Hotel

Baca: Kuartal Pertama Portofolio Mortgage Danamon Tumbuh Pesat, Ini Presentasenya

Namun, sentimen perang dagang masih menjadi sentimen utama. Jika perang dagang membuat ekonomi China memburuk, otomatis nilai tukar rupiah kembali terkapar.

Karena itu, David memperkirakan rupiah bisa bergerak dengan kisaran Rp 14.400-Rp 14.600 per dollar AS pada akhir semester pertama ini.

Optimis di Rp 14.000

Di akhir tahun, David masih optimistis nilai tukar Garuda ada di kisaran Rp 14.000 per dollar AS. Itu lantaran sentimen perang dagang diharapkan berakhir.

Adapun untuk proyeksi kurs rupiah hari ini, ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.400-Rp 14.480 per dollar AS.

Sementara Deddy melihat ada peluang rupiah melanjutkan penguatan dengan pergerakan di Rp 14.430-Rp 14.470 dper dollar AS.(*)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "Mulai Rebound, Analis Prediksi Rupiah Dalam Tren Menguat hingga Akhir Tahun".

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved