Pemprov Sulsel Target Tekan Angka Kemiskinan, Begini Caranya

Dialog ini diadakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, The Wrapped Room Lantai 1. Jl. Andi Djemma nomor 130 Makassar, Sulsel.

Pemprov Sulsel Target Tekan Angka Kemiskinan, Begini Caranya
hasan/tribuntimur.com
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan dialog terbuka dengan para pelaku sektor pengetahuan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, The Wrapped Room Lantai 1. Jl. Andi Djemma nomor 130 Makassar, Sulsel, Kamis (16052019). 

Tetapi, pemerintah Provinsi Sulsel telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.

Di antaranya adalah riset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel pada awal 2019 untuk mempromosikan inovasi yang berkaitan dengan empat produk unggulan daerah, yaitu kopi, rumput laut, gula aren, dan garam.

Hasil penelitian tersebut direkomendasikan ke gubernur dan kepala dinas terkait dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja dan kebijakan daerah.

Untuk memastikan terbangunnya industri inti dan penunjang keempat produk tersebut, perlu ada cluster inovasi dan lembaga riset untuk mendorong inovasi dan entrepreneurship.

Alumni SMA 17, Yuk Bukber Besok di Sekolah, Sekaligus Kumpul Dana Bangun Aula

Direktur Eksekutif KPPOD, Endi Robert Jaweng, menyebutkan untuk memahami efektivitas kebijakan daerah dan dampaknya terhadap bisnis, KPPOD melakukan studi tentang Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) di sepuluh kota bisnis, termasuk Makassar.

Penelitian telah menunjukkan bahwa di Makassar, waktu yang diperlukan untuk memulai bisnis relatif lebih lama (24,5 hari) dan biayanya relatif lebih tinggi (8,4 juta rupiah) dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Saat ini Makassar juga merupakan satu-satunya kota yang masih menyertakan syarat besaran modal minimum, di mana dalam ketentuan PP No. 29 tahun 2016 pemohon PT sudah tidak lagi terbebani dengan penyetoran modal minimum.

Selain itu, penting untuk menganalisis kebijakan anggaran dan perencanaan nasional dan daerah.

Dua Bakal Calon Bupati Luwu Utara Bahas Kewirausahaan di Soft Coffee

Sekretaris Jenderal FITRA, Misbah Hasan, menyebutkan kualitas perencanaan dan penganggaran di Sulsel perlu terus di tingkatkan, terutama pada aspek transparansi, partisipasi, akuntabilitas, kesetaraan gender, dan inklusi sosial.

Hasil kajian Local Budget Index (LBI) terakhir, yang dilakukan oleh Seknas FITRA, menempatkan daerah-daerah di Sulsel berada di papan tengah dari 70 daerah se-Indonedia, kecuali Kabupaten Bone.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved