Prabowo Tolak Perhitungan KPU & Buat Wasiat, Amin Rais Siap Seret Wiranto ke Mahkamah Internasional

Prabowo Tolak Perhitungan KPU & Buat Wasiat, Amin Rais Seret Wiranto ke Mahkamah Internasional

Tribunnews
Prabowo Tolak Perhitungan KPU & Buat Wasiat, Amin Rais Siap Seret Wiranto ke Mahkamah Internasional 

Prabowo Tolak Perhitungan KPU & Buat Wasiat, Amin Rais Seret Wiranto ke Mahkamah Internasional

TRIBUNTIMUR.COM - Prabowo Subianto masih belum juga bisa menerima hasil perhitungan suara Pemilu 2019 di KPU.

Bahkan secara tegas Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan suara KPU yang dinilai curang.

Baca: TERBARU 5 Warga Singapura Cacar Monyet Monkeypox, Tetangganya Batam Lakukan Pencegahan Ini

Baca: Kok Bisa, Angka Klaim Kemenangan Prabowo-Sandiaga Berubah? Dulu Mengaku 62%, Kini Hanya 54%

Seperti yang Prabowo Subianto sampaikan dalam pidatonya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusa pada Selasa (14/5/2019)

Prabowo Subianto mengklaim bahwa telah menang dalam Pilpres 2019

"Kita mengerti bahwa kita melihat dan kita merasakan dan kita sekarang memiliki bukti dan kita mengalami rekan-rekan kita pejuang kita karena itu setelah kita memperhatikan dengan seksama mendengar dan meyakiykan diri kita dan rakyat kita bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat.

Kalau kita menyerah berarti kita menyerah pada ketidakadilan itu artinya kita berkhianat kepada negara bangsa rakyat kita berkhianat pada pendiri bangsa,kita berkhianat puluhan ribu yang teloah gugur," kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengatakan akan mengumpulkan pengacara untuk membuat surat wasiat.

"Setelah ini saya ke Kertanegara saya akan kumpulkan ahli hukum saya akan buat surat wasiat saya. Saya katakan gak usah nakut-nakutin kita dengan makar-makar.

Sekarang ini tokoh bangsa ini bukan makar jenderal itu mempertaruhkan nyawanya sejak muda mereka tidak makar, Tiasno tidak makar, Iwan Fuad tidak makar, Tejo Edi tidak makar, amien rais tidak makar, Djoko Santoso tidak makar.

Kita membela Bangsa Indonesia, jangan takut-takuti dengan senjata yang diberikan oleh rakyat, " kata Prabowo Subianto

Prabowo Subianto juga menyinggung soal ajak Jokowi untuk bertemu

"Ada yang mengatakan pak Prabowo gimana sikapnya ? katanya ada yang minta ketemu saya ? bolak balik minta ketemu, jangan, ndak boleh, emak-emak jangan emosional. Berbicara boleh berunding boleh, menyerah tidak boleh," kata Prabowo Subianto

Prabowo Subianto lantas menyinggung KPU

"Kami masih menaruh secercah harapan, kami mengimbau insan-insan di KPU kau anak-anak Indonesia di KPU sekarang nasib masa depan di pundakmu kamu yang harus memutuskan kau yang harus memilih menegakkan keadilan demi keselamatan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat," kata Prabowo Subianto

Sebelum Prabowo Subianto berpidato, Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Laode Kamaluddin memaparkan hasil penghitungan internal BPN

Laode Kamaludin memaparkan bahwa hingga Selasa (14/5/2019) pukul 12.28 WIB, perolehan suara Prabowo-Sandi mencapai 54,24 persen atau 48.657.483 suara.

Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebesar 44,14 persen.

Laode mengatakan, perolehan angka tersebut berbasis pada penghitungan dokumen C1 dari 444.976 tempat pemungutan suara (TPS).

Adapun total TPS yang ada saat hari pemungutan suara berjumlah 810.329 TPS.

Sementara data mentah dokumen C1 yang sudah dikumpukan BPN berjumlah 1.411.382.

"Di tengah kecurangan yang kita miliki data yang kami download siang ini pada 12.28 WIB posisi kita 54,24 persen, posisi ini diambil total TPS 54,91 persen sudah melebih dari keperluan bagi ahli statistik angka ini sudah valid sudah bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.

Angka ini hanya bisa berubah kalau betul dirampok dan ini yang harus kita jaga,m inilah kondisi kiyta hariu inim yang menarik, 54,24 dengan 54,91," kata Laode Kamaludin

Berdasakan data tersebut, jelasnya, BPN yakin pasangan Prabowo-Subianto telah memenangkan Pemilu 2019.

Menurut Laode Kamaludin, kemenangan Prabowo-Sandiaga hanya dapat berubah jika terjadi kecurangan, misalnya praktik pencurian perolehan suara paslon nomor urut 02.

"Angka ini bisa diubah kalau betul-betul dirampok. Inilah kondisi kita hari ini. Maka kita sampai pada keyakinan bahwa Prabowo-Sandi adalah pemenang," ucap Laode Kamaludin.

Amin Rais Akan Seret Wiranto ke Mahkamah Internasional

Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais angkat bicara terkait Tim Asistensi Hukum yang dibuat Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

Tim ini dibentuk untuk memantau dan mengkaji beberapa ucapan tokoh yang diduga melanggar hukum.

Sebelumnya tim asistensi hukum itu telah mengkaji ucapan dan aktivitas13 tokoh yang diduga melanggar hukum, salah satunya Amien Rais.

Menurut Amien, tindakan Wiranto tersebut tergolong penyalahgunaan kekuasaan dan harus dibawa ke Mahkamah Internasional.

"Jadi pak Wiranto perlu dibawa ke Mahkmah Internasional, karena dia melakukan abuse of power," kata Amien di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, (14/5/2019).

Menurut Amien, tindakan Wiranto melalui tim asistensi hukumnya tersebut sangat politis.

Ketua Dewan Kehormatan PAN itu lalu mengingatkan Wiranto untuk berhati-hati.

Ia memperingatkan agar Wiranto menghentikan kegiatan timnya itu.

"Wiranto hati-hati anda,"pungkas Amien dilansir dari Tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tolak Perhitungan KPU dan Bikin Wasiat, 'Prabowo: Gak Usah Nakut-nakutin Kita Dengan Makar-makar'

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved