LINK pemilu2019.kpu.go.id, Hasil Situng KPU Data Masuk 82%, Jokowi 71 Juta Suara & Prabowo 55 Juta

LINK pemilu2019.kpu.go.id, Hasil Situng KPU Data Masuk 82%, Jokowi 71 Juta Suara & Prabowo 55 Juta

LINK pemilu2019.kpu.go.id, Hasil Situng KPU Data Masuk 82%, Jokowi 71 Juta Suara & Prabowo 55 Juta
Tribunnews
LINK pemilu2019.kpu.go.id, Hasil Situng KPU Data Masuk 82%, Jokowi 71 Juta Suara & Prabowo 55 Juta 

"Tidak bijak membangun narasi ada kecurangan, tetapi dalam rapat pleno rekapitulasi justru tidak menunjukkan data-data yang mereka miliki," kata Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca: Kalahkan Flagship Samsung dan Apple, Ini Perbedaan OnePlus 7 & OnePlus 7 Pro yang Baru Diluncurkan

Baca: TRIBUNWIKI: Resmi Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkap OnePlus 7, Layar 6,4 Inchi

Baca: Modal 1 Periode di Senayan hingga Ayah 32 Tahun Berkuasa, Titiek Soeharto Tumbang di Yogyakarta

Baca: Antisipasi Terjadinya Kriminal di Pasar Sentral, Polres Takalar Lakukan Patroli Sambang

Padahal, lanjut Wahyu, rapat itu harusnya menjadi ajang adu data bagi semua pihak yang berkepentingan dengan hasil pemilu.

Setiap saksi dari pasangan calon maupun partai politik bisa mengkroscek lagi hasil rekapitulasi KPU dengan data yang masing-masing telah mereka pegang.

"Membangun narasi kecurangan di luar rapat pleno rekapitulasi justru dikhawatirkan akan memperkeruh nalar publik. Harusnya sampaikan saja di rapat pleno jika ada data yang berbeda," kata dia.

Hingga Selasa (14/5/2019) malam, hasil rekapitulasi 19 provinsi telah ditetapkan dalam rapat pleno rekapitulasi di Kantor KPU.

Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di 14 provinsi. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 5 provinsi.

” Sementara ini, jumlah perolehan suara Jokowi Ma'ruf unggul dengan 37.341.145 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 22.881.033 suara. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 14.460.112.

Namun, pada Selasa sore kemarin, BPN Prabowo-Sandi menegaskan menolak penghitungan suara yang tengah berjalan di KPU.

Alasannya, BPN mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya di Pilpres 2019.

"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat indonesia yang sadar hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso dalam acara 'Mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved