RILIS

Kementan Siap Kolaborasi Satu Data Kelapa Sawit Indonesia

Menanggapi beberapa kritikan masyarakat terkait belum sinkronnya data perkebunan sawit di Indonesia

Kementan Siap Kolaborasi Satu Data Kelapa Sawit Indonesia
DOK KEMENTAN RI
Presiden RI, Jokowi bersama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman di kebun sawit. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Menanggapi beberapa kritikan masyarakat terkait belum sinkronnya data perkebunan sawit di Indonesia, Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan klarifikasi terhadap hal tersebut.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Irmiyati Rahmi Nurbahar menyatakan saat ini sedang dilakukan sinkronisasi untuk memperoleh satu data secara nasional dengan metodologi yang disepakati.

Demikian siaran pers Kementerian Pertanian RI, Minggu atau Ahad (12/5/2019).

Kementan bersama Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang melakukan konsolidasi data melalui penyamaan metodologi.

Secara khusus Kementerian Pertanian memang telah mempublikasi data luas areal publikasi kelapa sawit seluas 14.327.093 Ha, di mana data tersebut diperoleh melalui metode sensus, survei/sampling, administrasi report dan sistem data base secara online.

"Kami melakukan metodologi administrasi secara berjenjang mulai dari level terendah mantri perkebunan di kecamatan," kata Irmiyati Rahmi Nurbahar.

Lebih lanjut, Irmiyati Rahmi Nurbahar menjelaskan petugas kecamatan (mantri perkebunan/manbun) mengumpulkan data kelapa sawit dari berbagai sumber, antara lain petani/pekebun, kelompok tani, gapoktan, aparat desa, tokoh masyarakat dan selanjutnya untuk dilaporkan ke level kabupaten/kota.

Verifikasi dan validasi data laporan selanjutnya melibatkan BPS dan instansi terkait lainnya di kabupaten/kota serta provinsi, hingga pada akhirnya disampaikan pada pemerintah pusat.

"Ditjen Perkebunan melakukan validasi dan sinkronisasi data level nasional bersama stakeholder lainnya sebelum mempublikasikannya pada publik," kata Irmiyati Rahmi Nurbahar.

Ke depan dengan adanya upaya sinkronisasi data kelapa sawit ini, pihak Kementan sangat positif menyambut upaya ini.

Data luas perkebunan di seluruh Tanah Air akan menjamin penelusuran produk sawit yang lebih akurat dan transparan dari hilir ke hulu.

Prinsip keberlanjutan (sustainability) dan keakuratan data akan terjaga sehingga tidak lagi muncul hambatan produk sawit Indonesia.(rilis)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved