Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Tantangan Pendidikan Nasional

Kemajuan ekonomi sebuah negara tentu tidak terlepas dari kemajuan pendidikannya.

Tayang:
Editor: Aldy
tribun timur
Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UNM 

Oleh:
Nurhikmah
Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UNM

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
(Nelson Mandela)

Pendapat Nelson Mandela dapat diinterpretasikan bahwa pendidikan adalah cara paling efektif dalam menggapai puncak kejayaan bangsa.

Pendidikan dapat menjadi jalan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia.

Pendidikan dapat mengubah cara berpikir individu dan kelompok yang dapat meningkatkan kompetensi dirinya. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki pendidikan yang baik.

Kemajuan ekonomi sebuah negara tentu tidak terlepas dari kemajuan pendidikannya. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bagi bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia membutuhkan rakyat yang sadar akan pentingnya pendidikan demi menjaga masa depan bangsa Indonesia di tengah tantangan global.

Saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan berbagai problema pendidikan.

Namun, hal tersebut tidak akan mengurangi semangat bangsa ini dalam mencapai puncak kejayaannya.

Oleh karena itu, pendidikan dapat ditempuh secara formal dan informal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sebagai bahan materi yang dapat dijadikan acuan pendidikan.

Baca: MUI dan KKUB Jeneponto Apresiasi Rekap Pemilu 2019 Kondusif

Lalu bagaimana pendidikan menurut anda dan seberapa pentingnya?

Negara menganggap orang yang terdidik dapat mengangkat derajat martabatnya, memiliki prinsip, dan sikap toleransi sehingga mampu mengasihi satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, agama atau apa pun demi menciptakan kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.

Ketika menilik potensi Indonesia, bangsa ini kaya akan segala sumber daya yang dapat mendukung kemajuan pendidikannya.

Mengutip data dari The Spectator Index terkait 20 negara dengan penduduk terbanyak di dunia, maka Indonesia menempati urutan ke-4 dengan penduduk terbanyak di dunia.

Oleh karena itu, Indonesia tak kalah bersaing dalam hal sumber daya manusia (SDM) dengan negara lain yang menempati urutan 1,2,3 yaitu China, India, Amerika Serikat.

Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah seperti kekayaan bawah laut, tanah subur, keindahan alam dan lain sebagainya.

Kekayaan inilah yang dinilai dapat membantu meningkatkan laju pendidikan nasional Indonesia.

Baca: 18 Mei 2019, IKA MAN 2 Makassar Gelar Milad dan Bukber di Hotel Claro

Beberapa tantangan nyata yang dihadapi Indonesia dalam dunia pendidikan nasionalnya adalah tingkat pergaulan bebas yang masih tinggi.

Hingga tak jarang kita melihat pelajar terjerumus dalam dunia kriminal, seperti tawuran dan kekerasan terhadap teman dan guru demi menunjukkan eksistensinya.

Oleh karena itu, butuh sentuhan lebih terhadap anak dalam menjalani pendidikannya.

Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis sebagai the best of time and the worst of time.

Pendapat tersebut dapat diinterpretasikan bahwa waktu terbaik jika mempunyai tujuan hidup pada usia tersebut perlu dilakukan dengan cara mengedepankan pendidikan, fokus belajar, sehingga waktu tidak terbuang dengan sia-sia demi meraih masa depan yang lebih baik nantinya.

Oleh karena itu, dorongan orang tua dinilai sangat penting dalam hal ini demi menjaga semangat dan motivasinya.

Kontrol orangtua tentu dapat meredam perilaku amoral anak sehingga dia dapat terhindar dari pergaulan bebas.

Baca: Pembinaan Dakwa Pelindo IV Bagikan Takjil Gratis di Sekitar Pelabuhan

Tantangan lain selama ini yang dapat menghambat pendidikan nasional adalah pendidikan yang belum merata.

Hingga masih ada anak putus sekolah yang rela menghabiskan masa anak-anak mereka dengan hidup di jalanan.

Faktor sosial-ekonomi dinilai menjadi pemicu utama sehingga masih ada anak yang belum mampu menikmati bangku sekolah.

Sebagian anak lebih memilih membantu orang tuanya mencari uang sebagai tulang punggung keluarga.

Upaya pemerintah selama ini dalam meningkatkan pendidikan nasional memang sudah ada melalui program wajib belajar 9 tahun.

Namun, program ini belum menjangkau secara umum dan tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana. Hingga, kita masih menjumpai sekolah yang minim fasilitas belajar.

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi mendalam demi meningkatkan laju pendidikan Indonesia.

Dalam menyikapi problema pendidikan di atas, dibutuhkan kedewasaan berpikir dari remaja untuk meredam masalah pendidikan saat ini.

Hal ini tentu ditunjukkan melalui kesungguhan belajar sehingga dapat mengangkat prestasi pendidikan nasional Indonesia.

Baca: Pemkab Gowa Akan Salurkan Rp 32 M Dana Kelurahan Bulan Ini

Selain itu, pemerintah saat ini perlu memperbaiki sistem pendidikan nasional secara komprehensif.

Pemerintah perlu melakukan perbaikan terhadap kultur pendidikan hingga kita tidak mendengar dan melihat lagi ada siswa yang melawan gurunya.

Pemerintah perlu menyediakan sarana belajar yang baik sehingga tidak ada lagi siswa yang harus belajar di bawah ancaman bangunan yang akan roboh.

Semoga pendidikan Indonesia mencapai puncak kejayaannya sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang tangguh dan mampu bersaing dalam dunia internasional. (*)

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Rabu (08/05/2019)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved