Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putri IAS, Haera Ilham Curhat di Facebook Jelang Kebebasan Sang Ayah Lalu Ungkap 'Rival Keluarga'

Hari ini Selasa (7/5/2019), bapaknya Ilham Arief Sirajuddin, lima tahun lalu mendapat kabar buruk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Hasrul
HANDOVER
Putri Ilham Arief Sirajuddin, Haera Ilham curhat di Facebook. 

Putri IAS, Haera Ilham Curhat di Facebook Jelang Kebebasan Sang Ayah Lalu Ungkap "Rival" Keluarga

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Putri Ilham Arief Sirajuddin, Haera Ilham curhat di Facebook.
Hari ini Selasa (7/5/2019), bapaknya Ilham Arief Sirajuddin, lima tahun lalu mendapat kabar buruk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar buruk itu sehari sebelum masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar berakhir 2014 lalu.

Kini, Selasa (7/5/2019), Ilham Arief Sirajuddin menghabiskan detik-detik terakhir waktunya di penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam proyek Korupsi Proyek Swakelola Pip PDAM Makassar.

Ilham Arief Sirajuddin divonis empat tahun penjara dan bakal bebas tahun ini.

Berikut curhat Haera Ilham yang ramai dibahas warganet di Makassar.

Hari ini akhirnya datang lagi. Entah mengapa 7 Mei masih selalu menyimpan bekas dalam diri ini. Tulisan pertama ku di hari yang sama ini berhasil membuat banyak orang meneteskan air mata ketika kubacakan 5 tahun lalu (8 Mei 2014).

Tak tau apakah karena hari itu adalah hari perpisahan Ayah sebagai pemimpin kota Makassar atau justru karena kabar pahit yang menghampiri keluarga kami. Apapun itu, saya bersyukur karena tulisan ku dikenang & seringkali dirindukan.

Kemudian hari ini akhirnya saya kembali terpanggil untuk menulis lagi. Rasanya selalu ada panggilan setiap tanggal 7 Mei dari dalam diri untuk mengenang ‘hari itu’ dalam sebuah tulisan.

Beberapa hari belakangan, orang-orang di kota ini atau lebih sempit lagi di dalam keluarga kami sudah ramai membicarakan masa jabatan pimpinan kota Makassar yang akan berakhir beberapa hari lagi. Tapi berbeda dengan ku. Bukan pergantian walikota yang saya pikirkan, tetapi kejadian yang menamparku 5 tahun lalu yang justru teringat oleh benak ku.

Sedikit kilas balik.. Hari itu sama seperti bulan Ramadhan ini, kami sekeluarga berpuasa karena hari itu adalah hari terakhir masa jabatan Ayah. Kemudian muncul inisiatif untuk mengajak Ayah & Ibu untuk berbuka puasa & sholat maghrib bersama di rujab untuk yang terakhir kali nya sebagai tuan rumah.

Ternyata keinginan ku tidak bisa tercapai, bahkan belum sempat ku sampaikan. Sore itu tiba-tiba datang kabar pahit yang sebelumnya tidak pernah saya dengar sedikitpun tentang hal itu. Rasanya saya seperti jatuh dari sebuah gedung yang sangat tinggi. Kaget, hancur, sedih, dan masih banyak perasaan lain bercampur dalam diriku ketika mendengarnya.

Kala itu sempat terpikirkan untuk menabrakkan kendaraan yang ku kendarai saat itu. Diri ini berusaha menahan air mata untuk tidak jatuh karena mengingat sedang berpuasa, tetapi apa daya ternyata tetap tak tertahankan.

Saat itu juga saya buru-buru pulang ke rumah untuk bertemu Ayah & Ibu. Orang yang pertama ku temui ketika sampai di rumah langsung memeluk ku dengan sangat tulus disertai air mata haru karena tak tega melihat ku. Dia kemudian langsung mengarahkan ku menuju ke Ayah di dalam rumah.

Sayangnya, hari ini Dia sudah menjadikan dirinya seperti ‘rival’ keluarga kami. Entah apa alasannya. Tetapi bukan tentang Dia yang ingin saya ceritakan di sini. Singkat cerita; ketika akhirnya melihat Ayah, spontan diri ini langsung memeluk beliau.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved