Hari Buruh

Puluhan Buruh Berunjukrasa di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Ini Tuntutannya

Antara lain meminta kepada Syahbandar Makassar untuk mengadakan pertemuan antara Perusahan Pelayaran, Kesyahbandaran Makassar selaku pemerintah

Puluhan Buruh Berunjukrasa di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Ini Tuntutannya
Handrover
Puluhan buruh dari Serikat Pekerja Maritim (SPM) berunjukrasa di pintu keluar Pelabuhan Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Makassar, Rabu (1/5/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan buruh dari Serikat Pekerja Maritim (SPM) berunjukrasa di pintu keluar Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Makassar, Rabu (1/5/2019) siang.

Unjukrasa dalam rangka peringatan Hari Buruh atau May Day. Ada tiga poin tuntutan yang disampaikan para buruh dalam aksi itu. 

Baca: Barcelona vs Liverpool, Dosen FIK UNM Ini Prediksi 1-0 untuk Kemenangan Liverpool

Baca: Setya Novanto Tepergok Asyik Makan di Restoran Padang, Ditjen Pemasyarakatan Kena Getahnya

Antara lain meminta kepada Syahbandar Makassar untuk mengadakan pertemuan antara Perusahan Pelayaran, Kesyahbandaran Makassar selaku pemerintah, Federasi Serikat Buruh dalam hal ini (FSPMI).

Meminta kepada Otoritas Pelabuhan Makassar untuk segera menyediakan  tempat untuk diperuntukan sekretariat.

Mereka juga meminta kepada pimpinan Pelindo IV agar memberikan ID Card yang diperuntukan untuk satu unit monil dan satu unit motor.

Puluhan buruh dari Serikat Pekerja Maritim (SPM) berunjukrasa di pintu keluar Pelabuhan Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Makassar, Rabu (1/5/2019) siang
Puluhan buruh dari Serikat Pekerja Maritim (SPM) berunjukrasa di pintu keluar Pelabuhan Pelabuhan Makassar, Jl Nusantara, Makassar, Rabu (1/5/2019) siang (Handrover)

Kordinator Aksi, Sanusi membacakan tuntutannya di depan perwakilan Otoritas Pelabuhan Makassar.

Sanusi juga mengeluhkan layanan penerbitan buku kepelautan secara online.

Menurutnya, penerbitan buku kepelautan secara online tidak sesuai harapan lantaran memakan waktu yang cukup lama.

"Ini penerbitan buku kepelautan sistem online sudah dua minggu belum kelar. Lebih baik waktu penerbitan secara manual, waktu sistem manual satu dua hari kelar," kata Sanusi.

Aksi itu berlansung lancar dengan pengawalan sejumlah personel Polres Pelabuhan Makassar. (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved