ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu
Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan dapur umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSR - Banjir tengah melanda wilayah Bengkulu sejak Sabtu (27/4/2019).
Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan dapur umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor.
Bantuan diyakini semakin bertambah dengan pemberangkatan truk kemanusiaan dan armada bantuan yang dikirimkan pada Senin (29/4/2019) kemarin.
“Koordinasi dengan lintas lini dengan tim di wilayah Bengkulu, baru saja tuntas. Karena ke depannya, kita akan membentuk kerangka aksi bantuan. Kemudian juga kita akan meluaskan aksi, juga meningkatkan volume dan kekuatan aksi ini,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT dalam rilis, Selasa (30/4/2019).
Kerangka aksi bantuan dalam waktu dekat ini di antaranya pengiriman 60 ton bantuan logistik yang diberangkatkan dengan truk dari gudang Humanity Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Bogor.
Bantuan logistik yang dikirimkan di antaranya sembako, selimut, popok bayi, susu, biskuit, termasuk juga pakaian untuk korban banjir Bengkulu.
Bantuan diberangkatkan bersamaan dengan pengiriman 3 jenis armada yakni 3 unit mobil rescue, 1 unit Humanity Food Truck, dan 1 unit ambulans pre-hospital untuk fase darurat.
Sementara itu menurut Sri Suroto, Kepala Cabang ACT Jawa Tengah (ACT Jateng), aktivitas tim ACT di Bengkulu hari ini akan lebih difokuskan kepada bantuan pangan siap santap dan distribusi logistik awal kepada korban.
Namun ke depannya, Suroto menjelaskan sangat diperlukan kembali penguatan posko-posko di Bengkulu dan penambahan posko lain mengingat kondisi lokasi saat ini.
“Kami di Jawa Tengah juga tetap siaga serta mengajak masyarakat untuk memberikan kepedulian terbaiknya, Insya Allah tim relawan kami juga siap diberangkatkan apabila dari ACT pusat menugaskan,” tambah Sri Suroto.
Hari ketiga sejak banjir melanda, jumlah pengungsian masih masif, meski banjir perlahan mulai surut.
Giyanto selaku Ketua MRI Jawa Tengah mendapatkan informasi dari relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI Bengkulu) mengatakan, warga masih ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko.
"Pengungsian masih masif. Banjir di wilayah kota mulai surut, tetapi di beberapa kabupaten, itu masih terendam. Jalan dan jembatan juga banyak yang putus, sehingga bantuan dan tim rescue belum bisa masuk dikarenakan akses kami jadi terbatas juga, tutur Giyanto. (tribun-timur.com)
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aksi-cepat-tanggap-act-mendirikan-posko-kemanusiaan-dan-dapur-umum-3.jpg)