Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alami Kekeringan, Petani di Desa Pattiroang Jeneponto Mengalami Kerugian

Sebagian wilayah kabupaten Jeneponto mengalami kekeringan akibat jarang turun hujan.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Petani panen padi di Desa Pattiroang, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, Senin (29/4/2019) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, ARUNGKEKE - Sebagian wilayah kabupaten Jeneponto mengalami kekeringan akibat jarang turun hujan.

Akibatnya, banyak petani yang mengalami produksi pertanian menurun bahkan ada yang gagal panen.

Seperti yang di alami petani di Desa Pattiroang, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto Dg Lalang alami penurunan produksi panen akibat cuaca ekstrem.

Baca: DPRD Parepare Bakal Panggil Kadis KOP Terkait Polemik Bonus Atlet Porda Pinrang

Baca: Kini Pemkot Parepare Miliki Bank Data Aparatur Sipil Negara

Baca: Empat Nelayan Hilang di Bulukumba Ditemukan Selamat

"Panen tahun ini, menurun akibat hujan tak menentu," katanya keTribunJeneponto.com, Senin (29/4/2019) siang.

"Biasanya saya disini ada 200 karung saya dapat setiap panen, namun karena hujan yang tak kunjung turun satu bulan terahir beberapa petak sawah saya kering dan gagal panen. Jadi saya hanya dapat sekitar 80 karung saja," jelasnya.

Ia pun berharap ada perhatian pemerintah terkait bantuan pengairan agar Ia dan petani lainnya tidak lagi mengandalkan air hujan.

"Produksi pertanian kita disini hanya mengandalkan air hujan," tuturnya.

"Kita berharap pemerintah bisa beri perhatian khusus pengadaan irigasi agar kami tidak bergantung lagi pada curah hujan," tutupnya.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus pada anggota dewan perwakikan rakyat (DPRD) kabupaten Jeneponto Andi Baso Sugiarto.

Politisi Gerindra itu mengungkapkan dalam rapat paripurna penyerahan dan pembahasan RPJMD di gedung DPRD Jeneponto, Jumat (26/4/2019) lalu.

"Pembangunan irigasi buat petani ini harus menjadi prioritas pemerintah kedepan, mengingat ketergantungan petani terhadap air sangat penting," kata ABS.

Kondisi ini juga diakui bupati Jeneponto Iksan Iskandar.

Menurutnya keterbatasan anggaran menjadi masalah utama sehingga masalah irigasi belum dikerjakan.

"Kita akui hingga saat ini masih ada masalah kekeringan yang dialami masyarakat karena keterbatasan anggaran," kata Iksan.

Bupati Jeneponto dua periode itupun mengaku menunggu kesepakatan pembahasan anggaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved