Syukuran Jokowi-Amin Menang, Herman Heizer Ungkap Dua Alasan Kalah di Sulsel

Ketua Repnas Sulsel, Herman Heizer juga bersyukur, Pemilu 2019 berlangsung secara damai dan lancar.

Syukuran Jokowi-Amin Menang, Herman Heizer Ungkap Dua Alasan Kalah di Sulsel
hasim arfah/tribun-timur.com
Relawan pengusaha muda nasional (Repnas) Sulsel melakukan syukuran calon presiden dan wakil presiden RI 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 versi hitung cepat di Posko Repnas Sulsel, Jl Haji Bau, Makassar, Sulsel, Minggu (21/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Relawan pengusaha muda nasional (Repnas) Sulsel melakukan syukuran calon presiden dan wakil presiden RI 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 versi hitung cepat di Posko Repnas Sulsel, Jl Haji Bau, Makassar, Sulsel, Minggu (21/4/2019).

Ketua Repnas Sulsel, Herman Heizer juga bersyukur, Pemilu 2019 berlangsung secara damai dan lancar.

"Alhamdulillah berdasarkan hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga yang disiarkan secara langsung menempatkan pak Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang diangka 54 sekian persen dan pak Ptabowo-Sandi diangka 45 sekian persen," kata Herman.

Herman bersyukur karena tak ada kericuhan dan perpecahan sehabis Pemilu 2019.

"Kita sebagai anak bangsa tentu mensyukuri pemilu terlaksana dengan damai karena kita saksikan di beberapa negara dengan pemilihan timbul perpecahan, untuk itu kita menggelar syukuran ini agat tidak ada perpecahan di degara kita," katanya.

Direktur Celebes Research Center ini mengatakan, relawan pengusaha muda merasa perlu mengapresisasi dan menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan.

Karena, Jokowi-Ma'ruf diberikan kemenangan pada sangat signifikan meskipun Sulsel kalah, tapi nasional menang.

"Kesyukuran juga bagi saya peribadi dan sebagai CRC karena prediksi kami di bulan Juli akhir dimana Jokowi-Ma'ruf unggul diangka 54 sekian persen dan alhamdulillah hasilnya tidak terlalu jauh berbeda," katanya.

Ia mengatakan, memang terjadi persaingan ketat di Sulsel.

"Elektabilitas kedua pasang calon dibawah 50 persen," katanya.

Menurut Herman, penyebab utama adalah salah satu faktor yang menjadi penentu adalah pemilih sulsel ada kecenderungan mengikuti pilihan ijtima ulama.

"Kita kan tahu masyarakat Sulsel merupakan religius, di hari terakhir itu kan masuk Ustad Abdul somad, Adi Hidayat dan beberapa ustad kondang yang selama ini menjadi rujukan. Yang kedua pak Sandi juga tidak bisa dinafikkan kalau kita lihat Sandi adalah calon wakil presiden yang paling sering datang di Sulsel," katanya.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved