Bawaslu RI Sebut 15 Daerah Rawan Pemilu, Saiful Jihad: Sulsel Cuma Katergori Sedang

"Rawan mobilisasi massa dan sebagainya. Kedua pernah ada sejarah politik uang, jadi poin-poin itulah menjadi acuan kami," tegas Saiful.

Bawaslu RI Sebut 15 Daerah Rawan Pemilu, Saiful Jihad: Sulsel Cuma Katergori Sedang
abd azis/tribuntimur.com
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel Saiful Jihad. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, ada 15 daerah dinilai masuk kategori rawan.

Diantaranya, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Aceh, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra Barat.

Baca: TRIBUNWIKI: Siap Terapi Audrey Gratis, Siapa Sih Psikolog Poppy Amalya? Ini Profilnya

Khusus di Sulsel, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Provinsi Sulsel, Saiful Jihad mengakui bahwa Sulsel masuk zona rawan.

Namun ia menganggapnya hal itu rawan sedang.

"Kami masih punya data Pilgub lalu. Sulsel dianggap rawan tapi rawannya masih sedang. Data yang rawan dulu kita masih anggap rawan, kan ini kami hanya apdate saja. Datanya nanti tanggal 14 April sudah rampung," kata Saiful, Jumat (12/4/2019).

Baca: 492 Orang Gangguan Jiwa di RSKD Dadi Makassar Belum Dapat Undangan Nyoblos

"Sebenarnya lebih pada upaya mendeteksi awal. Jadi kita di Bawaslu ada indeks kerawanan. Daerah mana yang dianggap rawan. Jadi ada dua hal soal rawan, ada TPS rawan dan kerawanan di TPS, ini harus dibedakan," tambah Saiful.

Saiful menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan. TPS-TPS mana saja yang dianggap rawan di kabupaten dan kota.

Sehingga nanti teman-teman pengawas bisa antisipasi kemungkinannya apa dan sebagainya.

Baca: Setelah Camba, Cenrana, Mallawa, KPUD Distribusi Logistik di Tiga Kecamatan Lain

"Rawan itu banyak hal bukan hanya rawan karena geografis, tetapi juga terkait dengan posko-posko yang dekat dengan TPS. Jadi kalau dekat posko kita menganggap bahwa TPS itu rawan," jelasnya.

"Rawan mobilisasi massa dan sebagainya. Kedua pernah ada sejarah politik uang, jadi poin-poin itulah menjadi acuan kami," tegas Saiful.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved