Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terkendala Saksi, Bawaslu Maros Kesulitan Usut 20 Laporan Politik Uang

"Kami selalu siap. Semua anggota di lapangan dikerahkan untuk membantu kinerja Bawaslu, termasuk jika ada OTT itu," katanya.

Penulis: Ansar | Editor: Hasrul
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Ketua Bawaslu Maros, Sufirman 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Bawaslu Maros kesulitan saat melakukan pengusutan kasus dugaan politik uang Pemilu. Bahkan status dari penyelidikan ke penyidikan, tidak bisa ditingkatkan.

Alasannya, Bawaslu kesulitan untuk mendapatkan keterangan saksi.

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman mengatakan, saat ini pihaknya telah menerima 20 laporan dugaan politik uang.

Baca: Maros Rawan Politik Uang, Bawaslu Siapkan Tim Operasi Tangkap Tangan

Namun semuanya sulit dilanjutkan karena terkendala saksi.

Tidak satupun saksi mau memberikan klarifikasi.

"Untuk proses penyelidikan kasus politik uang, sangat sulit kita buktikan karena saksi. Saksi ini tidak ada yang mau diperiksa," kata Sufirman saat dikonfirmasi, Kamis (11/4/2019).

Baca: Mulai Distribusikan C6, KPU Enrekang Jamin Sampai ke Pemilih Sebelum Pencoblosan

Meski begitu, Bawaslu juga tidak bisa melakukan pemanggilan paksa karena dibatasi aturan.

Padahal, para saksi tersebut hanya mau dimintai klarifikasinya. Namun mereka mangkir mulai panggilan pertama dan kedua.

"Kami hanya punya kewenangan memangggil dua kali. Kalau setelah itu, tidak ada panggilan lagi. Saat ini 20 laporan, tapi memang sulit dilanjutkan," katanya.

Baca: Divonis Mati, Dua Pembakar Satu Keluarga di Makassar Menangis di Ruang Sidang

Sementara, Kabag Ops Polres Maros, Kompol Muh Jufri mengatakan, pihaknya akan terus berkerjasama dengan pihak Bawaslu dalam hal penegakan hukum.

Polisi juga ikut mengintai para pelaku politik uang.

Saat ini, aksi tersebut sudah rawan terjadi. Apalagi di akhir masa kampanye dan masa tenang.

Baca: TRIBUNWIKI: Ex Elly Sugigi Pacari Pedangdut Irma Darmawangsa, Ini Profil dan Karir Irma

Seluruh personel yang ditugaskan di 103 desa dan kelurahan juga harus menjalin koordinasi dengan petugas Bawaslu.

"Kami selalu siap. Semua anggota di lapangan dikerahkan untuk membantu kinerja Bawaslu, termasuk jika ada OTT itu," katanya.

Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved