Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Divonis Mati, Hakim: Tidak Ada yang Meringankan

"Menjatuhkan terdakwa satu dan terdakwa dua dengan hukuman mati," kata Supryadi dalam amar putusan yang dibacakan.

Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Divonis Mati, Hakim: Tidak Ada yang Meringankan
Hasan Basri/Tribun Timur
Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati.

Putusan itu dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang dipimpin langsung Supriyadi selaku Ketua Majelis Hakim dan hakim anggota lainnya Heneng Pujadi dan Rusdiyanto Lole, Kamis (11/4/2019).

Baca: Danny Pomanto: Pendampingan Kader KB Menentukan Keluarga Berkualitas

Majelis Hakim sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembakaran rumah yang menewaskan enam warga.

Pasal yang dibuktikan yakni yakni pasal 340 tindak pidana pembunuhan berencana ju pasa 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Polrestabes Makassar gelar rekonstruksi pembakaran satu keluarga di Tinumbu di Mapolrestabes, karena soal keamanan.
Polrestabes Makassar gelar rekonstruksi pembakaran satu keluarga di Tinumbu di Mapolrestabes, karena soal keamanan. (dar)

"Menjatuhkan terdakwa satu dan terdakwa dua dengan hukuman mati," kata Supryadi dalam amar putusan yang dibacakan.

Mendengar putusan hakim, keluarga korban yang hadir sejak awal menyaksikan sidang sontak disambut gembira dengan tepuk tangan.

Baca: TRIBUNWIKI: Berikut Profil dan Perjalanan Karier Tora Sudiro, Ogah Main Film Horor

Pertimbangan majelis hakim menvonis mati terdakwa karena perbuatan terdakwa menimbulkan penderitaan bagi keluarga korban.

Dalam peristiwa itu enam korban meninggal bernama Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Terdakwa juga aangat meresaykan masyarakatat. Salah satu korban merupakan anak masih dinawa korban. Tedakwa juga pernah melakukan tindak pidana pasal 170.

Baca: Formulir C6 Sudah di KPPS, Tanggal 14 Rampung Terbagikan di Toraja Utara

Terdakwa membakar rumah korban diduga bermotif utang narkoba. Salah satu dari enam korban tewas kebakaran berutang narkoba sebesar Rp 10 juta.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved