Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Akan Ada E-Sports di Sea Games 2019, Ini Sejarahnya

Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games) atau biasa disingkat SEA Games adalah ajang olahraga setiap dua tahun

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
int
logo SEA Games 

Filipina melontarkan kritikan paling keras dengan menyebut bahwa SEA Games 2011 di Indonesia merupakan even terburuk sepanjang sejarah SEA Games.

Ofisial olahraga Filipina menyatakan SEA Games XXVI 2011 merupakan penyelenggaraan "paling kacau" sepanjang sejarah. Harian Filipina, Daily Inquirer, ketika menyinggung parahnya penginapan dan transportasi.

Koran Singapura Straits Times juga melaporkan peristiwa keracunan makanan melanda para pemain sepak bola dari Singapura, Malaysia, Kamboja dan bahkan dari Indonesia, yang menginap di hotel berbintang di Jakarta.

Ketika obor tiba di Palembang, koresponden AFP menyaksikan ribuan pekerja masih bekerja keras di beberapa tempat termasuk untuk menyelesaikan drainase.

Juga masalah kemacetan parah di Jakarta yang dikeluhkan seluruh official.

Pusat layanan media di Gedung Bank Sumsel di Jakabaring, Palembang, ternyata belum siap alias masih kosong dari peralatan, padahal wartawan asing sudah berdatangan.

Ruang kesehatan, ruang kerja media, menara serta toilet pada arena perlombaan dayung di Karawang pun belum selesai. Hingga kemudian pertandingan di tempat itu harus diundur dari Kamis menjadi Jumat.

Bagaimana dengan soal kecurangan? Sepertinya keluhan kecurangan juga selalu diungkapkan official dari negara tamu untuk tuan rumah.

Ini hanya salah satu contoh saja:

Pada SEA Games 2013 di Myanmar, pelari asal Indonesia Triyaningsih, tertunduk lesu saat masuk garis finis. Bahkan air matanya menetes tak tertahankan setelah hanya menjadi runner-up di nomor favoritnya lari 5.000 meter di lintasan lari Wunna Theikdi Stadium, Naypyitaw, Myanmar pada SEA Games 2013 hari ke-14.

Air mata Triya mengalir bercampur dengan keringat yang membanjiri mukanya. Ia menangis bukan semata karena gagal mempertahankan medali emas. Ia mengucurkan air mata sebab merasa dicurangi oleh pihak tuan rumah hingga hanya meraih medali perak.

Medali emas di nomor ini jatuh ke tangan atlet tuan rumah, Phyu War Thet. Medali perunggu juga disabet pelari Myanmar Khin Mar Sal.

Kubu Indonesia kemudian menilai kemenangan War Thet kontroversial. Mereka menyebut ada kecurangan yang jelas-jelas dilakukan oleh si atlet yakni keluar dari jalur. Tim Indonesia pun mengajukan protes resmi.

Kecurangan itu terlihat jelas pada layar televisi yang ditayangkan di stadion. Bahkan pemutaran tayangan dilakukan dua kali.

Catatan waktu Triya yang terpaut jauh dengan War Thet kian menegaskan kecurigaan tersebut.

Triyanigsih mencatatkan waktu 16 menit 24,36 detik. Sedang Phyu War Thet melesat dengan catatan waktu 16 menit 06,1 detik. Peraih perunggu Khin Mar Sal mengemas waktu 17 menit 37,57 detik.

Tak hanya Indonesia, 7 negara juga kecewa pada penyelenggaraan SEA Games 2017 di Malaysia!

Insiden salah cetak dan terbaliknya gambar bendera Indonesia, Merah Putih di buku panduan SEA Games 2017 dan koran Malaysia menjadi pemantik kemarahan orang-orang.

Hal ini pertama kali diketahui oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi langsung mengunggah temuannya ini di akun Twitter nya @imam_nahrawi. Banyak orang-orang Indonesia yang lantas mengetahui kelalaian pihak Malaysia ini.

Netizen Indonesia lantas meluapkan kekecewaan dan kemarahan pada pihak Malaysia melalui postingan di media sosial.

Menanggapi kesalahan yang dibuat Malaysia ini netizen lantas ramai-ramai membuat tweet dengan tagar #ShameOnYouMalaysia. Tagar #ShameOnYouMalaysia ini menyuarakan kekecewaan mereka pada Malaysia.

Kemarahan dan kekecewaan ini terus berkembang sejak wasit asal Malaysia dalam pertandingan sepak bola Indonesia VS Timor Leste memberikan keputusan tak wajar.

Begitu juga dengan pertandingan sepak takraw putri, dimana membuat kontingen Indonesia memilih walk out.

Ternyata tidak hanya Indonesia saja yang merasa dirugikan pihak Malaysia sebagai tuan rumah penyelenggara SEA Games 2017.

Dilansir dari Tribun Style, setidaknya ada 7 negara yang juga merasa paling dirugikan Malaysia di SEA Games 2017.

1. Filipina

Filipina memang tidak langsung dirugikan oleh pihak tuan rumah penyelenggara SEA Games 2017, Malaysia.

Tapi beberapa atlet dari Filipina ikut terlibat dalam sebuah kecelakaan bus yang baru-baru ini terjadi.

Sebagaimana diberitakan oleh Worldofbuzz.com (21/8/2017) dua bus yang mengangkut 13 atlet Squash SEA Games mengalami kecelakaan.

Bus yang kecelakaan itu membawa pemain cabang olahraga Squash. Robert Bachmann, ketua Asosiasi Squash Rackets Filipina mengatakan kepada ABS CBN News bahwa atlet Myanmar menderita luka ringan.

Kecelakaan ini membuat sejumlah pertandingan cabang olahraga Squash ditunda.

2. Thailand

Beberapa kerugian diderita oleh Thailand terkait kesalahan dan kelalaian tuan rumah SEA Games 2017 Malaysia.

Pertama, dilansir dari sport.kini.id, bendera serta penamaan negara Indonesia dan Thailand pun diketahui tertukar.

Hal itu ditemukan di buku panduan dalam upacara pembukaan SEA Games 2017. Kesalahan ini ada di buku panduan halaman 40, yang memuat data negara-negara yang menjadi juara umum Sea Games.

Kedua, pemain Squash Thailand ikut terlibat dalam kecelakaan bus serupa dengan Filipina dan Myanmar.

Menurut Worldofbuzz.com, beberapa atlet Thailand menderita luka bakar akibat kecelakaan tersebut.

3. Myanmar

Nasib Myanmar sebenarnya sebelas dua belas dengan Indonesia perihal dirugikan oleh Malaysia.

Pertama, karena tiket terbatas pendukung Myanmar sampai nonton di luar stadion dalam pertandingan Myanmar VS Laos. Sementara itu di luar stadion tidak disediakan layar lebar untuk menonton.

"In Myanmar Vs Laos match they didn't sell tickets enough for audience and have to watch outside of the stadium like this #ShameOnYouMalaysia" tweet @minaspeach_0324.

Kedua, saat tim putri Myanmar mengalahkan Malaysia 5-0 hal tak menyenangkan diterima kontingen Myanmar. Mereka terlambat kembali ke hotel dan terancam terlantar hingga tengah malam karena tidak ada sopir bus yang mengantarkan ke hotel.

Selain itu, pemain Squash Myanmar juga ikut terlibat dalam kecelakaan bus serupa dengan Filipina dan Thailand.

Menurut Worldofbuzz.com, beberapa atlet Myanmar menderita luka ringan di kecelakaan itu.

4. Indonesia

Mungkin Indonesia adalah negara yang paling banyak dirugikan Malaysia dalam SEA Games 2017.

Hingga banyak yang bilang perselisihan Malaysia dan Indonesia seperti dendam kesumat.

Pertama, terkait salah cetak bendera Indonesia, Merah Putih di buku panduan pembukaan SEA Games 2017 dan di koran setempat.

Melansir dari akun @indozone.id itu adalah pernyataan maaf dari pemerintah Malaysia atas insiden bendera Indonesia yang terbalik.

Atas kekhilafannya, pemerintah negerinya penyanyi Siti Nurhaliza itu berjanji akan cetak ulang buku panduan SEA Games 2017 dengan memuat gambar bendera Indonesia dalam versi yang benar.

Tapi ketidaknyamanan tim Indonesia berlanjut setelah insiden itu.

Kabarnya Timnas U-22 kehabisan makanan di Hotel Royale Chulan saat sesi makan malam.

Saat waktunya makan, hanya tampak wadah-wadah kosong melompong tanpa makanan.

Satu-satunya yang bisa disantap adalah sisa-sisa roti yang tersedia di meja pojok.

Dan kekecewaan lain berulang lagi.

Selain itu wasit asal Malaysia yang memimpin pertandingan sepak bola Indonesia VS Timor Leste juga memberikan kartu kuning yang dianggap aneh kepada Evan Dimas.

Masih berlanjut, kontroversi yang terjadi di pertandingan sepak takraw mempertemukan Tim Putri Malaysia VS Tim Putri Indonesia pada Minggu (20/8/2017) sore.

Keputusan wasit dalam pertandingan sepak takraw itu dinilai tidak wajar.

Karena kesal dengan keputusan wasit itu Tim Putri Indonesia lantas melakukan walk out.

Juga, hasil keputusan juri dalam final pertandingan panahan antara Indonesia lawan Malaysia dianggap meragukan.

Wah, cukup banyak kan, catatan merah Indonesia untuk Malaysia pada penyelenggaraan SEA Games 2017 ini?

Pasalnya, salah satu anak panah tim Malaysia dianggap masuk ke nilai 9.

Namun terlihat di video dan foto anak panah itu masuk ke lingkaran 8.

Berdasarkan keputusan juri itu, maka Malaysia mendapatkan medali emas dan Indonesia memenangkan medali perak di beregu putri.

5. Brunei

Terjadi kesalahan pula dalam bendera Brunei yang ada di papan skor.

"OMG they put wrong Brunei's flag too. I mean, are we neighbor? You guys really need to learn how to respect #ShameOnYouMalaysia" tweet @Nicho_Lintang

"OMG. Not only Indonesia but they put wrong Brunei's flag too. I mean, are we neighbor??? #ShameOnYouMalaysia" tweet @maymayrin.

Perhatikan baik-baik garis warna putih hitam yang seharusnya ada di bendera Brunei.

Tapi di papan skor tergambar garis putih merah hitam.

6. Vietnam

Dua negara terakhir yang merasa dirugikan dan dicurangi oleh Malaysia bahkan sebelum gelaran pesta olahraga ASEAN itu berlangsung.

Ini terkait soal polemik karena Malaysia sebagai tuan rumah dilaporkan mendapatkan kebebasan untuk memilih grup.

Keistimewaan tuan rumah Malaysia disebut melanggar prinsip profesionalisme dan objektivitas olahraga.

Sontak, kebijakan itu memicu protes dari negara peserta lain, seperti Vietnam dan Laos.

7. Laos

Serupa dengan Vietnam, Laos juga memberikan protes terkait keistimewaan Malaysia untuk memilih grup itu.

Melansir dari Kompas.com (3/7/2017) Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) melalui rapat dewan pada Sabtu (1/7/2017) di Nha Trang, Vietnam, sepakat mengirimkan petisi tentang prosedur undian kepada panitia pelaksana SEA Games 2017 Malaysia (Masoc).

Laos dan Vietnam menuntut agar undian grup sepak bola SEA Games 2017 bisa dilakukan secara adil.

Nah ternyata penyelenggaraan SEA Games tak pernah luput dari protes keras dan kecurangan-kecurangan.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved