Kuota PBI JKN-KIS Difokuskan ke Bayi Baru Lahir

Sesuai catatan BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dari total jumlah penduduk Kota Makassar 1.663. 479 jiwa, yang terdaftar di PBI APBN

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKes) Cabang Makassar M Ichwansyah Gani kian intens mendorong peningkatan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Menurutnya, sejauh ini komposisi kepesertaan didominasi dari Kota Makassar.

"Hanya saja, untuk Peserta Bantuan Iuran (PBI) baik itu PBI yang sumber anggarannya dari APBN maupun APBD, sebagian kuota peserta yang tersisa akan dialihkan ke bayi yang baru lahir," kata Iwan sapaannya via WhatsApp, Minggu (7/4/2019) malam.

Ini sebagai upaya memberi perlindungan bagi bayi yang baru lahir.

"Di Makassar masih ada kuota. Tetapi untuk bayi baru lahir. Karena yang PBI langsung dibayarin jadi bayi lahir, langsung aktif," kata Iwan.

Sesuai catatan BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dari total jumlah penduduk Kota Makassar 1.663. 479 jiwa, yang terdaftar di PBI APBN 335.403 jiwa dan PBI ABPD 167.204 jiwa.

Secara total PBI APBN sudah 1.000.264 dan PBI APBD 558.464.

Agar layanan semakin baik dan praktis, pihaknya gencar mengedukasi masyarakat untuk menggunakan Mobile JKN.

"Secara bertahap edukasi masyarakat dan jemput bola wilayah kecamatan yang bermasalah didatangi. Yang menurut catatan banyak yang merubah data. Agar tidak datang ke kantor lagi. Jadi kami mengurangi antrean juga," ujarnya.

Selain itu, BPJSKes juga akan berlakukan auto debet.

"Di kabupaten lain masih ada 50 persen yang belum bayar. Agar tidak defisit terus, makanya harus auto debet. Kelas tiga pun akan diberlakukan. Supaya memastikan tidak perlu repot lagi," jelasnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved