Peringatan! Merokok Sambil Bawa Motor dan Mobil Kena Tilang atau Denda Rp 750 Ribu, Baca Aturannya

Peringatan! Merokok sambil bawa motor dan mobil bakal ditilang atau denda Rp 750 ribu.

Editor: Edi Sumardi
TOYOTA.ASTRA.CO.ID
Ilustrasi merokok sambil mengemudikan mobil. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Peringatan! Merokok sambil bawa motor dan mobil bakal ditilang atau denda Rp 750 ribu.

Kini ada aturan baru melarang pengendara mobil dan motor merokok sambil mengemudi.

Jika merokok sambil mengemudikan mobil dan motor, siap-siap kena denda.

Polisi menyebut para pengemudi mobil dan sepeda motor yang kedapatan merokok saat berkendara dapat dikenakan denda sebesar Rp 750 ribu.

Kasubdit Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, aturan itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Hukumannya ya ditilang, hukumannya tiga bulan penjara atau denda Rp 750.000, itu saja," kata Kompol Muhammad Nasir saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/3/2019).

Kompol Muhammad Nasir menjelaskan, peraturan itu berlaku bagi semua pengendara, tidak sebatas pada pengendara sepeda motor saja.

Namun, Kompol Muhammad Nasir menyebut pengendara yang kedapatan merokok tidak serta-merta langsung ditilang.

Baca: Kabar Baik Pemain PUBG, Menpora Imam Nahrawi Sampaikan Pembelaan, Angin Segar

Baca: Intip Foto-foto Mewahnya Istana Liliana Tanoesoedibjo Istri Hary Tanoesoedibjo, Lihat Dalamnya

Baca: Jadwal Pendaftaran STAN, IPDN hingga Poltek Dibuka, Ribuan Diterima, Langsung Jadi CPNS

Baca: Video Detik-detik Polisi Ngamuk Gegara Terciduk Warga Lakukan Pungli

Kompol Muhammad Nasir mengatakan, polisi akan melakukan upaya edukatif dan persuasif sebelum menindak pelanggar secara represif dengan memberikan tilang.

"Tidak semua pelanggaran ditilang, ada yang diingatkan, dibina, diberikan imbauan. Tidak serta merta, tindakan ditilang atau tidak nanti pertimbangan petugas di lapangan," ujar Kompol Muhammad Nasir.

Adapun, merokok dilarang bagi para pengemudi karena dianggap dapat mengganggu konsentrasi mereka saat berkendara hingga dikhawatirkan dapat membahayakan perjalanan.

"Itu masuk dalam aktivitas mengganggu konsentrasi dan berpotensi membahayakan, masuknya dalam teknis keselamatan, secara etika, secara prioritas juga tidak baik.

Kalau ditanya soal pelanggaran atau tidak, karena sudah jelas dan ada aturanya berarti masuk dalam pelanggaran pidana lalu lintas," kata Kompol Muhammad Nasir.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved