Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Mumi Lady Dai yang Masih Bisa Diotopsi Setelah 2.100 Tahun Kematiannya

Kisah Mumi Lady Dai yang Masih Bisa Diotopsi Setelah 2.100 Tahun Kematiannya

Editor: Rasni
Tribunnews
Kisah Mumi Lady Dai yang Masih Bisa Diotopsi Setelah 2.100 Tahun Kematiannya 

"Dia ingin mempertahankan gaya hidup yang sama di akhirat," tambahnya.

Dikenal dengan kecantikannya di masa muda, Lady Dai memanjakan diri dalam setiap kenikmatan kuliner (seperti sup kalajengking) sampai ia mengalami obesitas.

Artefak di makam
Amusing Planet
Artefak di makam

Ukiran di penanda makamnya menggambarkan dia bersandar pada tongkat.

Dia mungkin tidak bisa berjalan tanpanya karena trombosis koroner dan arteriosklerosis yang didapatkan karena gaya hidupnya yang tidak aktif fisik.

Dia juga memiliki penyakit dalam kemungkinan besar karena makan makanan setengah matang, atau kebersihan yang buruk.

Arterinya juga tersumbat, penyakit jantung yang serius, osteoporosis dan batu empedu, salah satunya bersarang di saluran empedunya dan semakin memburuk kondisinya.

Lady Dai meninggal pada usia sekitar lima puluh tahun akibat serangan jantung mendadak, yang disebabkan oleh kesehatan yang buruk selama bertahun-tahun. Makanan terakhirnya terdiri dari melon.

Baca: Menengok Ritual Katto Bokko, Warisan Kerajaan Marusu di Maros

Baca: Deng Ical Tekankan Pentingnya Pemahaman Islami dalam Bermasyarakat

Baca: Babak Kedua Link Live Streaming Persebaya Vs Madura United Indosiar meTube.id di Piala Presiden 2019

Ironisnya, makamnya berisi sejumlah besar informasi dalam bentuk buku dan artefak tentang kesehatan, kesejahteraan, dan umur panjang.

Pada artefak bertuliskan karakter China, ada berbagai obat tradisional China untuk mengobati sakit kepala, kelumpuhan, asma, masalah seksual dan masalah kesehatan lainnya.

Makam Lady Dai ditemukan pada tahun 1971 di sebuah situs arkeologi bernama Mawangdui dekat kota Changsha.

Peti mati Lady Dai
Amusing Planet
Peti mati Lady Dai

Dia ditemukan terbungkus dalam dua puluh lapisan sutra dan dibaringkan dalam serangkaian empat peti mati berlapis-lapis dengan ukuran yang semakin kecil.

Untuk menahan udara dan air, makamnya penuh dengan arang dan bagian atasnya disegel dengan beberapa kaki tanah liat.

Ruang kedap udara ini secara efektif membunuh bakteri yang mungkin ada di dalam dan membantu melestarikan tubuhnya.

Para arkeolog juga menemukan jejak merkuri di dalam peti matinya, menunjukkan bahwa logam beracun itu mungkin telah digunakan sebagai agen antibakteri.

Patung lilin Lady Dai menggambarkan ia sewaktu muda.
Huangdan2060 / Wikimedia
Patung lilin Lady Dai menggambarkan ia sewaktu muda.

Tubuhnya juga ditemukan terendam dalam cairan tidak dikenal yang sedikit asam, yang juga mencegah bakteri tumbuh.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved