Hasil Wawancara Eksklusif Rektor Unhas Usai Menjadi Panelis Debat Cawapres RI
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan salah seorang panelis, yang dipilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI
Penulis: Amiruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Pertanyaan lain juga begitu, yang intinya ini loh yang perlu diperhatikan di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.
3. Betulkah panelis dikarantina sebelum pelaksanaan debat itu?
- Iya, kami dikarantina sebelum debat.
4. Dimana Anda bersama panelis lain dikarantina?
- Kami dikarantina sejak hari Rabu (13/3/2019) selama empat hari di Hotel Sultan, Jakarta. Kami diberi tempat privasi, dan diharapkan tidak menerima kontak dari parpol. Takutnya mereka meloby panelis.
5. Apa yang menurut Anda pengalaman paling berkesan saat dipilih jadi panelis debat?
- Kita brainstorming para panelis, ternyata kita nggak buat soal. Tetapi kita ingin menitipkan pesan apa dari soal itu yang perlu diperhatikan ketika paslon terpilih.
Soal itu adalah pesan atau message buat paslon. Sebelum soal dibuat, ada focus group discussion (FGD) bersama LSM, mahasiswa, tentang tema debat itu.
Hasil dari FGD itulah yang selanjutnya kami buat soal.
6. Bagaimana Anda melihat suasana pemilu saat ini, apakah baik, baik sekali, buruk, atau menakutkan?
- Kan belum, nanti kita lihat tingkat partisipasi pemilih. Tetapi kalau melihat masa kampanye, saya kira masih cukup dinamis.
Cuma dari sisi negatifnya, banyak yang menyalahgunakan dengan hoax. Dari segi positifnya, saya kita kita lebih mudah mengakses visi misi kandidatnya. Jadi nanti mudah untuk kita tagih, ketika mereka terpilih.
7. Apa saran Anda agar pemilu mendatang lebih baik dari sebelumnya.
- Tentu harapan kita partisipasi pemilu meningkat, dan angka golput berkurang.
Selain itu, kita saling menjaga agar pemilu kita berlangsung demokratis.