Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diberhentikan Meski Mengabdi 13 Tahun, Begini Tanggapan Sahida

Ia diberhentikan oleh Direktur RSUD Polman, Syamsiah beberapa waktu lalu. Alasannya, Sahida melakukan pelanggaran etika berat.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
edy jawi/tribunpolman.com
Sahida, honorer RSUD Polman yang diberhentikan oleh direkturnya, Rabu (27/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Perawat honorer RSUD Polewali Mandar (Polman), Sahida telah mengabdi selama 13 tahun. Namun malah dipecat.

Ia diberhentikan oleh Direktur RSUD Polman, Syamsiah beberapa waktu lalu. Alasannya, Sahida melakukan pelanggaran etika berat.

Ia diduga memukul meja dan berkata tidak senonoh di hadapan direktur saat rapat, 2018 lalu.

"Dia maju kedepan saya seakan mau memukul, saya itu diam saja karena saya berpikir mungkin dalam keadaan emosi," beber Syamsiah, Selasa (26/3/2019).

Atas kejadian tersebut, manajemen rumah sakit, komite perawat dan tim audit Satuan Pengawas Internal mengusulkan pemberhentian Sahida.

"Menyatakan bahwa itu dia melanggar etika, bukan sesama profesi tapi antar profesi, tindakan etika berat, jadi dia serahkan kesimpulan ke saya," katanya.

Menanggapi tudingan tersebut, Sahida mengatakan, saat pertemuan itu, dirinya hendak menyampaikan klarifikasi pada direktur terkait keterlibatannya pada unjuk rasa 2018 lalu.

Rekannya diberikan kesempatan pembelaan, namun Sahida tak demikian. Ia tak dibiarkan mengajukan jawaban oleh direktur.

Sahida sontak berdiri sambil mendekat untuk menyampaikan penjelasannya. Saat itu, Sahida mengaku sempat memukul meja agar tanggapannya didengarkan.

"Coba dia (Direktur) di posisinya saya, saya kan mau bicara saya tidak dikasih kesempatan, otomatis saya pukul meja," ujar Sahida, Rabu (27/3/2019).

Sahida menilai keputusan pemberhentian itu merupakan kebijakan pribadi direktur RSUD Polman. Sebab dia telah menanyakan hal tersebut pada tim audit SPI RSUD. Ternyata SPI tak mengeluarkan rekomendasi pemberhentiannya.

"Itu rekomendasi dari SPI itu tidak ada,, karena saya sudah konfirmasi dr Iswadi dan saya sudah punya bukti WA nya dr Iswadi, bahwa saya tidak pernah merekomendasi untuk memberhentikan Sahida," jelas Sahida.

Sahida mengaku selama ini mendapat perlakuan berbeda di RSUD Polman. Bahkan saat pendaftaran honorer K2, dirinya seperti sengaja dicekal.

"Saya tidak dikasi masuk dengan alasan saya tamat 2005, tapi orang di rumah sakit lolos. Ada saya lihat bahkan putus (kerja) satu tahun, dia masuk K2," pungkasnya. (Tribun Polman.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved