Pembunuhan Karyawati UNM

Dosen UNM Wahyu Jayadi Terbukti Bunuh Siti Zulaeha Djafar Berkat Sesuatu di Kuku, Tak Bisa Berkilah

Cara polisi ungkap jika dosen UNM, Wahyu Jayadi adalah pembunuh pegawai UNM, Siti Zulaeha Djafar. Ternyata menggunakan identifikasi secara ilmiah

Dosen UNM Wahyu Jayadi Terbukti Bunuh Siti Zulaeha Djafar Berkat Sesuatu di Kuku, Tak Bisa Berkilah
DOK PRIBADI
Wahyu Jayadi dan Siti Zulaeha Djafar. 

Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki dibunuh oleh S di Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).

Kedua, scientific identification juga juga digunakan polisi saat mengungkap kasus pembunuhan dengan cara mutilasi yang dilakukan oleh Very Idham Henyansyah alias Ryan 'sang penjagal' asal Jombang, Jawa Timur, tahun 2008.

Penyelidikan kasus mutilasi Ryan berangkat dari nyaris nihilnya saksi mata serta alat bukti.

Bahkan polisi sempat salah tangkap dalam kasus tersebut. Namun, berkat penyelidikan berbasis scientific identification, kasus itu terbongkar.

Ketiga, digunakan polisi saat menyelidiki kasus pelecehan seksual terhadap bocah 11 tahun berinisial RI, di Jakarta pada tahun 2012 lalu.

Berkat Bekas Cakaran

Polisi berhasil mengidentifikasi Wahyu Jayadi sebagai pelaku pembunuhan berkat adanya luka bekas cakaran di lengan pelaku dan bercak darah di mobil korban.

Kepada polisi, Wahyu Jayadi sempat berkilah jika luka itu karena tergores saat mempebaiki mobil.

Namun, penyidik tak mudah percaya.

Saat otopsi, ditemukan bekas darah dan membran di kuku korban.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved