Pembunuhan Karyawati UNM
Dosen UNM Wahyu Jayadi Terbukti Bunuh Siti Zulaeha Djafar Berkat Sesuatu di Kuku, Tak Bisa Berkilah
Cara polisi ungkap jika dosen UNM, Wahyu Jayadi adalah pembunuh pegawai UNM, Siti Zulaeha Djafar. Ternyata menggunakan identifikasi secara ilmiah
Berkat Bekas Cakaran
Polisi berhasil mengidentifikasi Wahyu Jayadi sebagai pelaku pembunuhan berkat adanya luka bekas cakaran di lengan pelaku dan bercak darah di mobil korban.
Kepada polisi, Wahyu Jayadi sempat berkilah jika luka itu karena tergores saat mempebaiki mobil.
Namun, penyidik tak mudah percaya.
Saat otopsi, ditemukan bekas darah dan membran di kuku korban.
Lalu, Deoxyribonucleic Acid ( DNA) pelaku dites dan ternyata sesuai dengan dari darah dan selaput kulit di kuku korban.
Juga sesuai dengan bercak darah yang ada di mobil korban.
Darah paling sering digunakan sebagai bahan untuk tes DNA.
Dari darah, bisa didapat banyak sekali informasi genetika seseorang.
Sel darah adalah tempat mendapatkan sumber DNA terbaik dari manusia.
Jumlah darah yang dapat dianalisis kurang lebih sebanyak 50 mikroliter atau setara dengan 0,05 cc.
Berdasarkan hasil tes DNA tersebut, Wahyu Jayadi pun tak dapat berkilah lagi.
Dia mengakui perbuatannya telah membunuh Siti Zulaeha Djafar sekaligus tetangganya.
Kronologi
Peristiwa pembunuhan Siti Zulaeha Djafar diduga terjadi pada Kamis (21/3/2019), malam, namun mayat korban baru ditemukan, Jumat (22/32019), dalam kondisi mulai membengkak.