Wisata Sulsel
Kue Baruasa, Kue Tradisonal yang Wajib Ada Pada Acara Pernikahan di Tondongkura Pangkep
Kue baruasa wajib ada jika acara pernikahan digelar di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
TRIBUNPANGKEP.COM, TONDONG TALLASA-- Salah satu kue tradisional yang hampir jarang kita temui adalah kue Baruasa.
Kue Baruasa' adalah kuliner yang hanya disajikan saat lebaran hingga panen padi.
Kue ini juga wajib ada jika acara pernikahan digelar di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Baca: Weekend Ini, Yuk Nikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Kapoposang Pangkep
Baca: VIDEO: Miris, Begini Kondisi SDN No 184 Inpres Boddia Takalar yang Rusak Parah
Baca: Pipa PDAM Bocor di Kampung Topa Selayar, Distribusi Air Terganggu
Baruasa' adalah kue yang terbuat dari tepung terigu yang digoreng bersama kelapa.
Ada dua rasa yang berbeda yakni baruasa dengan campuran gula aren dan baruasa dengan campuran gula pasir.
Khas Tondongkura tentu memakai campuran gula aren yang diambil dari pegunungan Desa Tondongkura.
Penyajian kue ini disajikan saat yang punya hajatan membuat lomba bermain domino, juga untuk ibu-ibu yang memasak di dapur.
Jika sudah puncak acara, yang punya hajatan akan menyimpannya di dalam bosara'.
Kue ini bukan sembarang kue baruasa' yang seperti kebanyakan. Kue ini bisa bertahan sebulan karena tidak memiliki bahan pengawet.
Tangan-tangan terampil yang membuatnya sudah terlatih dan memang resep turun temurun.
Soal rasanya, sangat gurih dan lembut dilidah.
Kue ini cocok dinikmati selagi hangat dengan teh.
Cara pembuatannya simple karena hanya menggunakan telur bebek, kelapa goreng, terigu goreng, tepung beras goreng dan potasa'.
Kue ini dibuat seharian penuh. Rata-rata yang membuat adalah perempuan berumur 40-50 tahun.
Pembuat kue baruasa', Hajrah Dg Tamini (50) mengaku resep pembuatan baruasa' Tondong itu sudah turun temurun.