Kader Posyandu di Sinjai Diminta Ikut Perangi Gizi Buruk

Dia mengatakan bahwa banyak anak-anak kita adalah penerus kita di masa yang akan datang, maka kesehatannya perlu kita perhatikan.

Kader Posyandu di Sinjai Diminta Ikut Perangi Gizi Buruk
HANDOVER
Ketua PKK Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan Andi Nurhilda Daramata Seto motivasi para kader posyandu di Sinjai di acara Bimbingan Tekhnis Kader Posyandu Pokja IV di Aula Kantor Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUN-SINJAI.COM, SINJAI UTARA - Ketua PKK Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Nurhilda Daramata Seto mengharapkan para kader posyandu di Sinjai ikut berperan dalam mencegah gizi buruk anak dan ibu meninggal dunia karena melahirkan di acara Bimbingan Tekhnis Kader Posyandu Pokja IV TP PKK Kabupaten Sinjai Tahun 2019 di Aula Kantor Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (21/3/2019).

Andi Nurhilda Daramata Seto menyampaikan bimbingan teknis kader posyandu bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para kader posyandu sehingga mampu meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Baca: VIDEO: Warga Kembali Laporkan Bupati dan Kadis Perhubungan Sinjai ke Bawaslu

Baca: Viral di Makassar, Kronologi 2 Cewek Lompat dari Lantai 2 Kosan Karena Rebutan Cowok & Kata Polisi

"Melalui kader-kader posyandu yang berkualitas kita bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta mengurangi angka gizi buruk anak di Sinjai," harapnya.

Menurut Andi Nurhilda, hal yang paling penting dalam bimbingan tekhnis kader posyandu ini adalah bagaimana meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi.

Serta menjaga kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu serta pengelolaan posyandu di setiap desa dan kecamatan.

Ia juga berharap pada masyarakat khususnya kader PKK dan posyandu di kecamatan agar lebih peka terhadap kondisi ibu hamil, ibu yang pasca melahirkan, anak-anak yang baru lahir, dan anak-anak di sekelilingnya. Jika ada yang sakit segera dibantu untuk ditindaklanjuti.

Ia juga meminta kader posyandu untuk sama-sama membantu Bupati A Seto dan Wakil Bupati A Kartini untuk menjalankan visi dan misi serta program kerjanya.

Dia mengatakan bahwa banyak anak-anak kita adalah penerus kita di masa yang akan datang, maka kesehatannya perlu kita perhatikan.

Begitu pula dengan ibu-ibu. Ibu adalah ujung tombak keluarga. Jika ibu tidak sehat, maka rumah tangga akan seperti kapal oleng.

Jika kesehatan Ibu dan anak tidak kita juga, bagaimana kita melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing, katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Suryanto Asapa menyampaikan bahwa angka kematian ibu dan anak di Sinjai masih menduduki posisi kedua di Sulawesi Selatan kematian ibu, persoalan gizi buruk dan imunisasi, hal inilah yang masih menjadi masalah dan mendapat perhatian dalam moment hari Kesehatan Nasional kali ini. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Baca: Pengumuman SNMPTN 2019 via snmptn.ac.id, Ini Link Unsri, UI, IPB, ITB, Undip, UGM, ITS, Unair, Unhas

Baca: Evi Masamba Hapus Foto-foto Suami di Instagram, Benarkah Rumah Tangganya Retak? Ini Buktinya

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved