Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: India Rayakan Hari Holi dengan Penuh Warna, Ini Mitologi dan Ulasan Tradisinya!
Biasanya, peryaan Holi ditandai dengan bubuk warna yang di taburkan ke udara dan mewarnai seluruh tubuh.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Festival Holi adalah festival Hindu kuno dengan ritual budayanya.
Ini disebutkan dalam Purana, Dasakumara Charita, dan oleh penyair Kālidāsa selama abad ke-4 pemerintahan Chandragupta II.
Perayaan Holi juga disebutkan dalam drama Sanskerta abad ke-7 Ratnavali.
Festival Holi menarik perhatian para pedagang Eropa dan staf kolonial Inggris pada abad ke-17.
Berbagai edisi lama Oxford English Dictionary menyebutkannya, tetapi dengan beragam, ejaan turunan fonetis: Houly (1687), Hooly (1698), Huli (1789), Hohlee (1809), Hoolee (1825), dan Holi dalam edisi yang diterbitkan setelah tahun 1910
Ada beberapa ritual budaya yang terkait dengan Holi:
Tradisi melempar bubuk dan air berwarna diyakini berasal dari kisah cinta mitologis Radha dan Krishna.
Krishna adalah dewa Hindu yang digambarkan seseorang dengan kulit biru tua. Menurut kisah itu, Krishna digambarkan kerap mengeluh kepada sang Ibu mengenai warna kulitnya yang tak secantik warna kulit Radha.
Untuk meringankan kesedihan putranya, ibunda Krishna menyarankan agar Radha mengolesi kulitnya dengan cat agar menyerupai Krishna.
Dari kisah ini diyakini bahwa kebiasaan masyarakat India mengolesi kulit orang yang dicintai dengan serbuk warna berasal.
Perayaan Holi juga digelar di Indonesia, khususnya di dua kota yaitu Medan dan Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/perayaan-hari-holi-di-india.jpg)