Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi-Ma'ruf Unggul di Pulau Jawa, Prabowo-Sandi di Sumatera, Bagaimana di Kawasan Timur Indonesia?

Pasangan Jokowi-Ma'ruf secara keseluruhan masih unggul di Pulau Jawa, sedangkan Prabowo-Sandi menang di Pulau Sumatera

Editor: Anita Kusuma Wardana
twitter
Jokowi-Ma'ruf Unggul di Pulau Jawa, Prabowo-Sandi di Sumatera, Bagaimana di Kawasan Timur Indonesia? 

TRIBUN-TIMUR.COM- Hasil survei terbaru Litbang Kompas pada akhir Februari hingga awal Maret 2019 menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin cenderung menurun, sedangkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung naik.

Hasil survei juga menunjukkan adanya pergeseran dukungan yang menggambarkan tren elektabilitas kedua pasangan secara keseluruhan di sejumlah wilayah.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf secara keseluruhan masih unggul di Pulau Jawa, sedangkan Prabowo-Sandi menang di Pulau Sumatera

Baca: Ternyata Ini Penyebab Suara Jokowi Turun di Jatim dan Jateng, Prabowo Juga Tergerus di Jabar-Banten

Baca: Penyebab Naiknya Elektabilitas Prabowo-Sandi & Turunnya Dukungan Jokowi-Maruf versi Litbang Kompas

Baca: Hasil Survei Litbang Kompas, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Lebih Populer di Kalangan Pemilih Pemula

Di Pulau Jawa, Jokowi-Ma'ruf antara lain unggul di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Jawa Timur. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 61,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 18,4 persen.

Meski demikian, di wilayah yang semula didominasi Jokowi-Ma'ruf ini, selisih keunggulan kian sempit.

Selisih elektabilitas yang semula 62,8 persen untuk keunggulan Jokowi-Ma'ruf kini menyempit menjadi 43,2 persen. Di Jawa Timur, elektabilitas pasangan Jokowi-Amin 57,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 27,8 persen.

Pilihan Capres-Cawapres Berdasarkan Wilayah (Litbang Kompas/RFC/BES) Sementara itu, Prabowo-Sandi unggul di Jakarta serta Jawa Barat dan Banten.

Jokowi-Maruf vs Prabowo-Sandi
Jokowi-Maruf vs Prabowo-Sandi (Youtube)

Keunggulan Prabowo-Sandi di Pulau Jawa tercatat ada di Jawa Barat dan Banten, yakni 47,7 persen, sementara di wilayah ini pasangan Jokowi-Amin hanya 42,1 persen.

Di DKI Jakarta, pada survei bulan Oktober 2018, selisih elektabilitas Prabowo-Sandi hanya unggul 4,2 persen dari capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kini, selisih itu melebar menjadi 11,2 persen.

Secara keseluruhan di Pulau Jawa, elektabilitas pasangan Jokowi-Amin mencapai 51,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 34,0 persen.

Di Sumatera, selisih elektabilitas dua kandidat juga semakin lebar, yaitu dari 2,4 persen untuk keunggulan Prabowo-Sandi, kini menjadi 13,5 persen.

Prabowo-Sandi masih unggul dibandingkan dengan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan 50,5 persen, sedangkan Jokowi-Amin 37,0 persen.

Bagaimana di KTI?

Sementara iti, di wilayah Pulau Kalimantan, elektabiltas Jokowi-Ma'ruf di angka 51, 6 persen dan Prabowo-Sandi di angka 35,5 persen. 

Jokowi-Ma'ruf juga unggul di Pulau Sulawesi dengan elektabilitas 45.0 persen. Prabowo-Sandi memeroleh 41,4 persen.

Di wilayah NTB, NTT, dan Bali, Jokowi-Ma'ruf unggul jauh dari Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 68,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 25 persen.

Keunggulan Jokowi-Ma'ruf juga terjadi di wilayah Maluku dan Papua dengan 59,4 persen.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 31,3 persen.

Prabowo-Sandi unggul di Kalangan Pemilih Pemula

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih populer di kalangan generasi Z atau Pemilih Pemula yang berusia di bawah 22 tahun.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang dilakukan sejak 22 Februari hingga 5 Maret 2019.

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi di kalangan pemilih pemula mencapai 44,8 persen pada Oktober 2018.

Baca: Survei Terbaru LSI Denny JA: Selisih Elektabilitas 01 & 02, yang Dirugikan Jika Banyak Golput

Baca: Survei Terbaru SMRC Pilpres 2019 Kian Dekat, Jokowi Memimpin Prabowo Subianto Semakin Tertinggal

Baca: Survei Februari-Maret, Prabowo-Sandi Merangkak Naik di Sulsel, Jokowi-Maruf Menurun

Sementara pada Maret 2019 mengalami kenaikan, menjadi 47 persen.

Prabowo Subianto Kenang Masa Muda saat Ditanya Soal Terorisme di Debat Pilpres 2019: Saya Spesialis
Prabowo Subianto Kenang Masa Muda saat Ditanya Soal Terorisme di Debat Pilpres 2019: Saya Spesialis (Tribunnews.com)

Pasangan nomor urut 01, Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin mencapai 39,3 persen pada Oktober 2018 dan 42,2 persen pada Maret 2019.

Sementara itu angka presentase responden yang belum menentukan mengalami penurunan dari 15,9 persen menjadi 10,8 persen.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, warga negara Indonesia yang genap berusia 17 tahun pada 17 April 2019 berhak memberikan suaranya pada Pemilu 2019.

Meskipun data jumlah pemilih pemula beragam, namun secara kualitatif suara mereka memberikan kontribusi cukup signifikan bagi kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Data KPU menyebutkan potensi pemilih pemula, atau yang baru berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara, mencapai lebih dari 7 juta.

Sementara berdasarkan data Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Ditjen Dukcapil, pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun pada 1 Januari 2018 hingga 17 April 2019 sebanyak lebih dari 5 juta jiwa.

Jokowi-Ma'ruf Tetap Unggul

Namun secara keseluruhan, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf tetap unggul dibanding Prabowo-Sandi.

Jarak elektabilitas antara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin tipis.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut Joko Widodo dan Maaruf Amin saat mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (Tribunnews/Jeprima)
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut Joko Widodo dan Maaruf Amin saat mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca: Survei Terbaru LSI Denny JA: Selisih Elektabilitas 01 & 02, yang Dirugikan Jika Banyak Golput

Baca: Survei Terbaru SMRC Pilpres 2019 Kian Dekat, Jokowi Memimpin Prabowo Subianto Semakin Tertinggal

Baca: Survei Februari-Maret, Prabowo-Sandi Merangkak Naik di Sulsel, Jokowi-Maruf Menurun

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen.

Pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf.

Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

"Selama enam bulan, elektabilitas Jokowi-Amin turun 3,4 persen dan Prabowo-Sandi naik 4,7 persen," tulis Bambang.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa meski penurunan angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terlihat sedikit, tetapi memberikan pengaruh signifikan pada jarak keterpilihan.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang "Kompas", Ini Pilihan Capres-Cawapres Berdasarkan Wilayah", https://regional.kompas.com/read/2019/03/21/12331691/survei-litbang-kompas-ini-pilihan-capres-cawapres-berdasarkan-wilayah.

Editor : Caroline Damanik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved