Jaksa Ragu Tuntut Pembakar Satu Keluarga di Makassar, Pembacaan Ditunda 3 Kali Berturut-turut

Pembacaan tuntutan terhadap dua pelaku pembakaran rumah menewaskan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo Muhammad Ilham alias Ilho

Jaksa Ragu Tuntut Pembakar Satu Keluarga di Makassar, Pembacaan Ditunda 3 Kali Berturut-turut
hasan
Pembacaan tuntutan terhadap dua pelaku pembakaran rumah menewaskan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), kembali batal digelar di Pengadilan Negeri Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembacaan tuntutan terhadap dua pelaku pembakaran rumah menewaskan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), kembali batal digelar di Pengadilan Negeri Makassar.

Sidang yang sedianya digelar Kamis (21/03/2019) hari ini dengan alannya rencana tuntutan Jaksa Penuntut Umum belum siap dibacakan.

"Informasi dari Jaksa ditunda lagi, katanya tuntutanya belum siap," kata salah satu orangtua korban, Amiruddin kepada Tribun.

Baca: Keluarga Korban Minta Jaksa Pelaku Pembakaran Satu Keluarga di Pannampu Makassar Dituntut Mati

Amir mengaku sangat menyayangkan dengan penundaan sidang ini. Sebab, ini merupakan yang ketiga kalinya ditunda.

"Saya bilang barang kali ada apa apax yang kita tidak tau lagi mu bilang apa. Seperti jaksa ragu ragu bacakan putusan (tuntutan),"sebutnya.

Sekedar diketahui dua terdakwa ini berurusan dengan pengadilan karena  melakukan pembakaran rumah di Jl Tinumbu lorong 166 B, RT 3, RW 2, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar,  sejak Senin (6/8/2018) dini hari.

Baca: Sidang Dua Terdakwa Pembakar Rumah di Pannampu Dilanjutkan Tahun Depan

Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal dalam satu rumah. Korban diketahui bernama Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Korban tewas terbakar karena   tidak bisa menyelamatkan diri  saat kobaran api semakin membesar membakar rumah semi permanen itu. Korban diduga sedang terlelap tidur, karena kejadinya berlangsung sekitar pukul 03.45 Wita dini hari.

Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran.

Pemkabaran itu bdiotaki langsung Akbar dg Ampu yang sebelumnya meninggal di Lembaga Pemasyaraktan karena bunuh diri tidak lama setelah diketahui perbuatannya.

Akbar diduga jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang hasil transaksi narkoba terhadap Ampuh.

Akbar pun kala itu memerintahkan dua tersangka untuk mencari Fahri sehingga berujung pembakaran yang menewaskan satu keluarga di Pannampu. 

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved