Ternyata Ini Penyebab Suara Jokowi Turun di Jatim dan Jateng, Prabowo Juga Tergerus di Jabar-Banten
Ternyata ini Penyebab Suara Jokowi Turun di Jatim dan Jateng, Prabowo Juga Tergerus di Jabar-Banten
Elektabilitas Prabowo Subianto - Sandiaga Uno turun 2,5 persen di Banten-Jawa Barat (Jabar).
Di Jawa Barat -Banten, pada survei Kompas Oktober 2018, suara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 50,2 persen dan Jokowi -Maruf Amin 39,3 persen.
Namun pada survei Maret 2019, suara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menjadi 47,7 persen dan suara Jokowi - Maruf Amin mencapai 42,1 persen.
Rapat Umum
Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, menilai, pada kampanye rapat umum, kedua kubu cenderung akan menerapkan strategi berbeda.
Jokow i- Maruf Amin akan lebih fokus mengamankan basis utama mereka karena ada penurunan cukup besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, Prabowo Subianto -Sandiaga Uno tetap akan bergerak ke basis lawan.
Baca: Ingat Aisyah Bahar Gadis Cantik yang Meninggal Saat Tadarus? Kini Kakaknya Juga Wafat Saat Ibadah
Baca: Mahfud MD: Andi Faisal Bakti Dimintai Rp 5 M Agar Jadi Rektor UIN Alauddin, Begini Intervensi Menag

”Penurunan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak sebesar penurunan Jokowi-Amin di basisnya sehingga Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan terus berekspansi di luar basis,” kata Arya Fernandes saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/3/2019).
Arya Fernandes melihat strategi yang diterapkan kedua kubu untuk menyerang basis lawan sebenarnya sudah berjalan cukup efektif.
Hanya saja, muncul anomali bahwa basis mereka juga turut digerogoti, terutama bagi kubu Jokowi-Amin.
”Jokowi-Maruf Amin sadar bahwa Jawa Barat -Banten tidak mudah direbut sehingga sumber daya banyak dikerahkan, hal sama dilakukan oleh Prabowo-Sandi di Jateng dan Jatim,” kataArya Fernandes.
Menurut Arya Fernandes, masyarakat yang belum mengekspos pilihan sebesar 13,4 persen bisa dijadikan peluang bagi kedua kubu.
Bisa jadi, mereka adalah kelompok pemilih yang masih menunggu gagasan dan inovasi dari setiap capres dan cawapres.
”Inovasi tersebut yang akan banyak memengaruhi pemilih dari kelompok 13,4 persen tersebut,” kata Arya Fernandes.
Baca: Ingat Aisyah Bahar Gadis Cantik yang Meninggal Saat Tadarus? Kini Kakaknya Juga Wafat Saat Ibadah
Baca: Mahfud MD: Andi Faisal Bakti Dimintai Rp 5 M Agar Jadi Rektor UIN Alauddin, Begini Intervensi Menag

Swing voters