Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Heboh di Twitter Kontainer Bertuliskan Indochina, Ini Arti Kata Indochina

Ada pula warganet yang menganggap bahwa Indonesia telah bergabung menjadi dengan negara China.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
twitter.com
truk bertuliskan Indo China 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Warganet di akun sosial media twitter dihebohkan dengan sebaran foto sebuah mobil yang bertuliskan Indochina.

Salah satu warganet langsung mempertanyakan gambar tersebut.

"Apa maksudnya ini? Ada yang bisa kasih penjelasan," cuit akun @haikal_hassan.

Sontak postingan tersebut menuai komentar berbagai macam.

Ada yang mengejek, ada pula yang memberi penjelasan dengan singkat.

Ada pula warganet yang menganggap bahwa Indonesia telah bergabung menjadi dengan negara China.

Untuk menjawab rasa penasaran itu Tribunwiki mencoba merangkumnya.

Dilansir dari wikipedia, Indochina, awalnya Indo-Cina, adalah istilah geografis yang berasal dari awal abad kesembilan belas dan mengacu pada bagian benua di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Asia Tenggara.

Nama itu merujuk pada tanah-tanah yang secara historis berada dalam pengaruh budaya India dan Cina, dan secara fisik terikat oleh anak benua India di barat dan Cina di utara.

Ini sesuai dengan daerah saat ini di Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar, Vietnam, dan (bervariasi) semenanjung Malaysia dan Singapura.

Istilah ini kemudian diadopsi sebagai nama koloni Indochina Prancis (sekarang Kamboja, Vietnam, dan Laos), dan seluruh wilayah Indochina sekarang biasanya disebut sebagai Semenanjung Indochina atau Asia Tenggara Daratan.

Asal usul nama Indo-Cina biasanya dikaitkan bersama dengan ahli geografi Denmark-Prancis Conrad Malte-Brun, yang menyebut daerah itu sebagai indo-chinois pada 1804.

Dan ahli bahasa Skotlandia John Leyden, yang menggunakan istilah bahasa Indo-Cina untuk menggambarkan penduduk daerah dan bahasa mereka pada 1808.

Pendapat ilmiah pada saat itu mengenai pengaruh historis Cina dan India terhadap wilayah tersebut saling bertentangan, dan istilah itu sendiri kontroversial.

Malte-Brun sendiri kemudian menentang penggunaannya dalam Universal Geography edisi berikutnya, dengan alasan bahwa itu terlalu menekankan pengaruh Cina , dan menyarankan Chin-India sebagai gantinya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved