RILIS

Kementerian Pertanian Minta Bulog Segera Serap Gabah dari Petani

Kementerian Pertanian RI ( Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian meminta Badan Urusan Logistik ( Bulog)

Kementerian Pertanian Minta Bulog Segera Serap Gabah dari Petani
DOK KEMENTAN
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi (kemeja putih) bersama pihak TNI AD saat panen padi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Pertanian RI ( Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian meminta Badan Urusan Logistik ( Bulog) melakukan penyerapan gabah petani untuk menjaga stabilitas harga.

"Bulog harus bergegas menyerap gabah petani karena harga sudah mulai turun, yakni mendekati Rp 4.070," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi di kantornya, Senin (18/3/2019), sebagaimana siaran pers dari Biro Humas dan Informasi Publik Kementan yang diterima Tribun-Timur.com, Selasa (19/3/2019).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi (DOK KEMENTAN)

Menurut Agung Hendriadi, turunnya harga gabah karena saat ini wilayah sentra produksi padi sedang melakukan panen raya.

Baca: Stabilisasi Harga Daging Ayam, Kementan Jalankan Strategi Berbasis Kemitraan

Beberapa di antaranya ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Kalimantan Selatan, dan Lampung.

"Kondisi ini merupakan waktu yang tepat bagi Bulog untuk menyerap hasil panen petani secara maksimal. Jika tidak diserap, kasihan petani kalau harganya anjlok," ujar Agung Hendriadi.

Agung Hendriadi berharap serapan gabah oleh Bulog mampu menstabilkan harga pangan baik di tingkat petani maupun konsumen.

Lebih dari itu, para petani juga bisa meraup keuntungan sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

Baca: Kendalikan Rabies, Kementan Gencarkan Vaksinasi Rabies Massal di Bali

"Maksud saya jangan sampai petani berteriak kalau harga jatuh. Makanya langkah yang harus dilakukan adalah menyerap segera mungkin. Kan kalau harga sudah terlanjur jatuh, sulit lagi mengembalikannya karena kita tahu kemampuan bulog tidak banyak," katanya.

Sebagai langkah awal, pemerintah sejauh ini sudah berupaya melakukan percepatan serapan melalui pola pendekatan dengan Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) baik langsung maupun melalui mitra.

"Gapoktan dan mitra harus sanggup menyetorkan berapapun yang diperlukan Bulog. Nah, sebaliknya sekarang tinggal Bulog yang harus membuka diri," katanya.

Selain stabilisasi harga, kata Agung Hendriadi menambahkan, posisi Bulog juga diharapakan mampu mengamankan pasokan supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

"Jadi kalau harga sudah turun begini dan Bulog tidak menyerap berarti Bulog tidak melakukan salah satu fungsinya. Oleh karena itu, sekali lagi, saya minta Bulog segera melakukan pengamanan pasokan dan penyerapan," katanya.(rilis)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved