RILIS

Cegah PMK, Kementan Tingkatkan Pengawasan Masuknya Daging Kerbau dari India

Adanya pemberitaan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) menyangkiti hewan ternak di beberapa negara bagian di India telah meningkatkan sikap kehati-hatian

Cegah PMK, Kementan Tingkatkan Pengawasan Masuknya Daging Kerbau dari India
DOK KEMENTAN RI
Ilustrasi kerbau India. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Adanya pemberitaan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) menyangkiti hewan ternak di beberapa negara bagian di India telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan pemerintah Indonesia dalam pemasukan produk daging kerbau beku tanpa tulang dari negara tersebut.

Kementerian Pertanian RI ( Kementan) telah mengambil tindakan dalam menanggapi pemberitaan tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, I Ketut Diarmita di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

“Kami telah meminta klarifikasi kepada Kedutaan Besar India di Jakarta terkait kejelasan kasus yang diberitakan. Lebih lanjut juga ditanyakan apa langkah-langkah yang diambil oleh otoritas kesehatan hewan berwenang di India dalam menangani kejadian tersebut jika memang benar terjadi," kata I Ketut Diarmita.

Demikian siaran pers dari Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Ditjen PKH Kementan yang diterima Tribun-Timur.com, Selasa (19/3/2019).

Baca: Kementerian Pertanian Minta Bulog Segera Serap Gabah dari Petani

Dalam pertemuan dengan Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang mengacu pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku, serta selalu meminta masukan teknis dari komisi ahli.

“Saat ini, komisi ahli telah memberikan masukan bahwa kemungkinan dan risiko adanya virus PMK terbawa ke Indonesia sangat kecil. Hal ini karena Indonesia telah memberikan persyaratan yang ketat sesuai dengan pedoman Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan ( OIE) dan peraturan yang berlaku di Indonesia," ujar I Ketut Diarmita menjelaskan.

Dr drh Denny W Lukman salah seorang anggota komisi ahli memastikan bahwa pemerintah telah menerapkan prinsip-prinsip pengurangan risiko melalui penerapan persyaratan teknis pemasukan.

Baca: Stabilkan Harga Daging Ayam, Kementan Perkuat Kemitraan Antara Peternak dan Integrator

Kemungkinan virus PMK masuk ke Indonesia yang berasal dari daging India pun sangat kecil.

“Semua kerbau harus diperiksa sebelum dan setelah dipotong, tulang dan kelenjar getah bening utama harus dipisahkan dari dagingnya (deboned dan deglanded), kemudian daging dilayukan pada suhu lebih dari 2oC selama minimal 24 jam, dan pH daging harus di bawah 6.0. Jadi kemungkinan virus PMK dapat bertahan hidup sangat kecil,” kata Dr drh Denny W Lukman.

Halaman
12
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved