Puluhan Warga China dan 'Oppa' Korea Selatan Dideportasi dari Papua, Warga: Dibeking Pejabat

Sebanyak 21 WNA asal China dan Korea dideportasi dari Papua setelah ditangkap melanggar aturan keimigrasian.

Puluhan Warga China dan 'Oppa' Korea Selatan Dideportasi dari Papua, Warga: Dibeking Pejabat
PASIFICPOS.COM
WNA yang sempat diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Mimika, Timika, Papua. 

NABIRE, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 21 WNA asal China dan Korea dideportasi dari Papua setelah ditangkap melanggar aturan keimigrasian.

Otoritas keimigrasian di Papua, Rabu (13/3/2019) pagi, mengumumkan pengembalian (deportasi) 21 Warga Negara Asing ( WNA) asal China dan Korea Selatan.

Sebanyak 12 WNA itu, sudah menjalani hukuman fisik dan segera dideportasi ke negaranya, setelah tertangkap bekerja di sejumlah tambang ilegal di Trans Nabire-Enaratoli-Paniai, sekitar +260 km dari Puncak Jaya, kawasan tambang resmi milik Freeport.

Sedangkan 9 WNA lainnya, masih menjalani sisa masa hukuman di LP Nabire sekaligus titipan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Nabire, Papua, sebelum dideportasi ke negaranya, pertengahan tahun ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pelayanan Imigrasi (TPI) Kabupaten Mimika, Jesaja Samuel Enock, dalam jumpa pers di kantornya, Jl C Heatubun nomor 1 Timika, Mimika, Papua, menyebut, para WNA itu melanggar ketentuan keimigrasian dan tidak memiliki validitas visa bekerja di Indonesia.

“Mereka telah menjalani hukuman dan harus dideportasi. Mereka terbukti melakukan penambangan emas di wilayah Nabire, hari ini kita terbangkan dari Timika,” kata Jesaja Samuel Enock,, seperti dilansir Antara, usai memperlihatkan sejumlah penambang ilegal kepada wartawan.

Baca: Nyamannya Kerja di Freeport, Mulai Gaji Ratusan Juta Hingga Deretan Fasilitas Diterima

Lebih lanjut, Jesaja Samuel Enock mengungkapkan, pelanggaran tindak pidana keimigrasian, yakni menyalahgunakan izin tinggal yang tertera dalam Pasal 122 huruf (a) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Ke-12 orang tersebut, lanjut Jesaja Samuel Enock, telah melakukan penambang emas ilegal di Nabire dan telah divonis bersalah sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Nabire No 100-102/Pid.Sus/2018/PN.Nabire tertanggal 12 Desember 2018.

Mereka telah menjalani hukuman selama 5 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta.

Dua belas WNA tersebut terdiri dari 11 WNA China.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved