Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sempat Diduga Lagu Ciplakan

Sejak kecil terkhususnya dalam dunia pendidikan, nilai-nilai nasionalisme sudah ditanamkan melalui lagu-lagu kebangsaan salah satunya lagu Indonesia R

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
int
Naskah asli Indonesia Raya tiga stanza 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Indonesia.

Lagu ini diciptakan oleh Tokoh Musik Nasional, WR Supratman dan sarat akan makna mendalam tentang kecintaan dan kekaguman kepada tanah air.

Tahukah kalian bagaimana lagu Indonesia bisa tercipta?

Baca: TRIBUNWIKI: Ini 10 Lagu Ciptaan WR Supratman, Bapak Musik Nasional

Baca: TRIBUNWIKI: 9 Maret Jadi Hari Musik Nasional, Berikut Sejarahnya

Dilansir dari wikipedia, ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan "lagu kebangsaan" di bawah judul Indonesia Raya.

Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po, sedangkan rekaman pertamanya dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Yo Kim Tjan.

Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan Tangga Nada C (natural) dan dengan catatan Djangan Terlaloe Tjepat, sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada Tangga Nada G (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama Marcia, Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama Maestoso con bravura (kecepatan metronome 104).

Setelah dikumandangkan tahun 1928 dihadapan para peserta Kongres Pemuda II dengan biola, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya.

Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar.

Mereka menyanyikan lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!" (bukan "Merdeka, Merdeka!") pada refrein.

Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan.

Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik.

Dianggap JIplakan

Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.

Namun pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial dan pada kompas tahun 1990-an, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda.

Miripkah? Simak di bawah ini

Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved